Connect With Us

2.014 Anak di Banten Jadi Yatim Piatu karena COVID-19, Paling Banyak Kota Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 31 Oktober 2021 | 17:00

Ilustrasi Anak kecil. (@TangerangNews / UNICEF)

TANGERANGNEWS.com-Pandemi COVID-19 telah merenggut banyak korban jiwa. Di Provinsi Banten, sebanyak 2.014 anak bahkan harus kehilangan orang tuanya hingga jadi yatim piatu.

Jumlah anak tersebut berasal dari seluruh kota/kabupaten di Banten. Dari 2.014 anak, yang paling banyak menjadi yatim piatu berasal dari Kota Tangerang sebanyak 743 anak.

Kemudian, Kota Tangerang Selatan 368 anak, Kabupaten Tangerang 367 anak, Kabupaten Pandeglang 913 anak, Kabupaten Serang 185 anak, Kabupaten Lebak 78 anak, Kota Cilegon 68 anak, dan Kota Serang 12 anak.

 

“Ada yang menjadi yatim, piatu, dan yatim piatu,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten Sitti Ma’ani Nina, seperti dilansir dari Sindonews, Minggu 31 Oktober 2021.

Untuk meringankan beban ekonomi anak-anak tersebut, Pemprov Banten telah berusaha memberikan bantuan berupa sembako, alat protokol kesehatan seperti makser dan hand sanitizer, recreation kid, uang tunai, serta mug.

“Bantuan yang diberikan itu berasal dari sumbangan ASN Pemprov Banten. Ini bentuk perhatian teman-teman ASN kepada masyarakat,” tuturnya.

Selain memberikan bantuan sembako, Gubernur Banten Wahidin Halim juga menawarkan anak-anak terdampak COVID-19 itu untuk belajar di rumah tahfidznya secara gratis.

BISNIS
CellScience Kini Hadir di BSD, Beri Treatment Slimming hingga Atasi Masalah Scar

CellScience Kini Hadir di BSD, Beri Treatment Slimming hingga Atasi Masalah Scar

Kamis, 30 April 2026 | 18:36

CellScience yang telah berdiri sejak 2015 terus memperluas jangkauannya dengan membuka cabang ketujuh di kawasan BSD City, tepatnya di Lengkong Kulon, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

PROPERTI
Program 3 Juta Rumah Dinilai Belum Sentuh Akar Masalah Reforma Agraria

Program 3 Juta Rumah Dinilai Belum Sentuh Akar Masalah Reforma Agraria

Minggu, 3 Mei 2026 | 09:13

Rencana pembangunan 3 juta rumah yang dijalankan pemerintah dinilai belum sepenuhnya menyentuh persoalan mendasar terkait reforma agraria.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill