Connect With Us

Ancaman Bencana, BMKG Beri Perhatian Super Khusus pada Banten

Tim TangerangNews.com | Selasa, 8 Februari 2022 | 16:38

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. (@TangerangNews / Dok. BMKG)

TANGERANGNEWS.com-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan perhatian sangat khusus kepada Provinsi Banten  berkaitan dengan potensi berbagai bencana alam di wilayah paling barat Pulau Jawa itu. 

BMKG menyoroti bencana alam seperti yang terjadi beberapa tahun belakangan, seperti gempa bumi, tsunami, hingga letusan Gunung Anak Krakatau di Banten. "Banten dapat perhatian yang sangat khusus, bahkan super khusus di BMKG,” kata Kepala BMKG  Dwikorita Karnawati saat rapat kerja bersama Komisi V DPR RI secara virtual, Selasa 8 Februari 2022. 

Dwikorita menyebut bahwa apa yang dikhawatirkan tepat sekali mengenai bermacam bencana di Banten, yaitu sumber kejadian gempa yang diikuti tsunami tidak hanya satu. Selain gempa megathrust, juga erupsi gunung api atau longsor laut dan beberapa sumber lainnya. 

Khusus untuk wilayah Cilegon, BMKG memberikan perhatian sangat besar  sehubungan dengan banyaknya perusahaan maupun pabrik industri yang berlokasi di kota tersebut. Menurut Dwikorita, hal tersebut sangat diwaspadai bila terjadi bencana alam.

"Di Banten ada Kota Cilegon, kota industri chemicalia (kimia). Kalau kota itu terkena dampaknya (bencana alam) bisa seperti di Jepang menjadi bencana chemicalia, tidak hanya gempa bumi tapi dampak itu," tutur Dwikorita.

Ia mengatakan, BMKG sudah dua tahun belakangan ini meningkatkan mitigasi bencana alam guna mengantisipasi dampak bencana di Banten, khususnya di Kota Cilegon. Selain itu, BMKG juga melakukan upaya serupa di sepanjang pesisir pantai di Banten dan Lampung yang rawan bencana alam. 

Di semua wilayah yang rawan itu, ungkap Dwikorita, telah terpasang antara lain ada satu radar untuk mendeteksi tsunami. Kemudian ada puluhan alat untuk mendeteksi muka air laut termasuk juga beberapa seismometer. “Sekitar 6-10 seismograf yang terpasang di sekitar pantai itu," terangnya.

TANGSEL
BRIN Serpong Bikin Sepatu Karet Seharga Rp75 Ribuan untuk Siswa Sekolah Rakyat

BRIN Serpong Bikin Sepatu Karet Seharga Rp75 Ribuan untuk Siswa Sekolah Rakyat

Jumat, 7 Agustus 2026 | 07:00

Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) BRIN di Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), merancang sepatu berbahan dasar karet yang memiliki bobot ringan, nyaman digunakan, serta ramah di kantong.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill