Connect With Us

Banjir Kepung Kabupaten Serang, Landa Enam Kecamatan

Tim TangerangNews.com | Rabu, 2 Maret 2022 | 09:18

Enam kecamatan di Kabupaten Serang, Banten, diterjang banjir. (@TangerangNews / Dok. Humas PMI)

TANGERANGNEWS.com–Banjir di Kabupaten Serang, Banten, melanda enam kecamatan setelah hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang terjadi di wilayah tersebut pada Selasa 1 Maret 2022. Sebagian warga terdampak banjir mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), enam kecamatan tersebut adalah Padarincang, Gunungsari, Ciomas, Waringin Kurung, Kramatwatu, dan Kecamatan Kragilan.

“BPBD Kabupaten Serang masih melakukan pendataan jumlah warga terdampak maupun kerugian materi lainnya. Beberapa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman,” kata Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Selasa.

Abdul mengatakan, banjir tersebut juga mengakibatkan gangguan lau lintas. "Beberapa akses jalan di Kabupaten Serang dikabarkan terputus akibat terendam banjir," ucap Abdul.

Ia menjelaskan, BPBD berkoordinasi dengan TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, relawan, dan instansi terkait lainnya melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir.

Saat ini, ungkap Abdul, kebutuhan mendesak yang diperlukan untuk penanganan darurat di antaranya perahu karet, pelampung, kendaraan operasional angkut personel, dan kendaraan operasional angkut perlengkapan. 

“Sementara untuk warga yang terdampak dibutuhkan terpal, alas tidur, makanan siap saji, selimut, dan family kit," ujar dia.

Menurut Abdul, BPBD juga terus memantau perkembangan cuaca yang akan dijadikan dasar informasi peringatan dini bagi masyarakat. Cuaca di lapangan terpantau masih terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Prakiraan cuaca BMKG menyebutkan, hingga Rabu 2 Maret 2022, Provinsi Banten berpotensi mengalami hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Merespons hal tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk dapat menyiapkan langkah-langkah antisipasi bahaya bencana hidrometeorologi. Sejalan dengan langkah antisipasi, pemerintah daerah juga diimbau menyiapkan rencana kedaruratan jika terjadi bencana di wilayahnya.

“Apabila telah terjadi banjir dan menimbulkan pengungsian, maka kebutuhan mendesak bagi warga harus dipenuhi sesegera mungkin,” tutur Abdul.

Selain melanda Kabupaten Serang, banjir juga merendam beberapa wilayah di Kota Serang akibat curah hujan yang tinggi sejak Senin 28 Februari 2022 malam, sehingga terjadi luapan Sungai Cibanten.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

HIBURAN
6 Keunggulan adidas Adizero Evo SL

6 Keunggulan adidas Adizero Evo SL

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:56

Adidas Adizero Evo SL dikenal sebagai salah satu varian terbaik dari lini Adizero yang dirancang khusus untuk pelari yang mengejar kecepatan. Sepatu ini hadir dengan teknologi modern seperti midsole Lightstrike Pro

BANDARA
Penumpang Libur Imlek 2026 di Bandara Soetta Diproyeksikan Capai 1,7 Juta

Penumpang Libur Imlek 2026 di Bandara Soetta Diproyeksikan Capai 1,7 Juta

Kamis, 12 Februari 2026 | 21:31

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta memproyeksikan adanya peningkatan pergerakan penumpang dan pesawat pada periode libur Tahun Baru Imlek 2026

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill