Banten Jadi Magnet Perantau, 16,87 Persen Penduduknya Pendatang
Minggu, 19 April 2026 | 22:58
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 16,87 persen penduduk di Provinsi Banten merupakan penduduk migran.
TANGERANGNEWS.com-Dana sebesar Rp596 miliar lebih akan disiapkan sebagai cadangan dalam pembiayaan kebutuhan Pemilu Serentak 2024 di Provinsi Banten.
Dana tersebut akan digunakan Pemerintah Provinsi Banten untuk berbagai keperluan mulai dari kebutuhan logistik, honorarium dan pengamanan, sehingga tidak terkendala akibat terjadi kekurangan biaya.
"Pembentukan dana cadangan Rp596,471 miliar ini sebagai mitigasi kemampuan pembiayaan Pemilu Serentak 2024," kata Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar, seperti dilansir dari Antara, Sabtu 6 Agustus 2022.
Menurutnya, membiayai setiap tahapan Pemilu 2024 termasuk dalam hal perlu diprioritaskan dalam penggunaan anggaran. Karena itu, harus benar-benar dipastikan ketersediaannya.
Dalam pembiayaan penyelenggaraan Pemilu ini, nantinya akan dilakukan secara bertahap di semua tingkatan pemerintahan dengan memperhatikan kebutuhan.
"Sesuai aturan dalam Permendagri No 54/2019 sebagaimana telah diubah dalam Permendagri Nomor 41/2020," jelasnya.
Al Muktamar pun mengajak semua pihak untuk menjaga kondusivitas Provinsi Banten agar pelaksanaan pemilu serentak dapat terselenggara secara lancar dan aman.
"Kita ingin Pesta Demokrasi Tahun 2024 dengan izin Allah SWT berlangsung secara baik," katanya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 16,87 persen penduduk di Provinsi Banten merupakan penduduk migran.
TODAY TAGBisnis minuman teh kekinian Menantea yang didirikan oleh Jerome Polin pada 2021, lalu, resmi menghentikan seluruh operasional gerainya pada 25 April 2026, setelah berjalan selama kurang lebih lima tahun.
RS Mata Achmad Wardi menggelar ajang lari Run for Vision 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari ulang tahun rumah sakit yang jatuh setiap 21 April.
Perang Iran vs Israel-AS membuat khawatir negara-negara dikawasan, akan ancaman kelangkaan kebutuhan minyak di negerinya, yang berpotensi menyebabkan timbulnya krisis energi dunia. Tidak terkecuali di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews