Connect With Us

Tolak Sampah Tangsel, Warga Tumpuk Sampah di Kantor Bupati Pandeglang

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 13 Agustus 2025 | 19:17

Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengecek TPA Bangkonol pasca demo penolakan warga. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Kerja sama pembuangan sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke tempat pembuangan akhir (TPA) Bangkonol, Kabupaten Pandeglang, ditolak warga setempat.

Mereka pun melakukan aksi demo sambil menumpukkan sampah di halaman Kantor Bupati Pandeglang, Selasa 12 Agustus 2025, sore.

Dalam orasinya, warga mendesak kerja sama tersebut dibatalkan karena enggan terkena imbas buruk. Sebab, sampah yang ada saat ini saja sudah menganggu kehidupan mereka. 

“Ini aksi keempat kami. Sampah dari daerah lain akan menambah masalah. Sekarang saja, bau busuk, lalat, dan tikus sudah mengganggu warga,” kata Ahmad Yani, warga Bangkonol, seperti dilansir dari Beritasatu.

Selain itu, warga juga tidak pernah dilibatkan dalam dialog soal kerja sama pengelolaan sampah dengan Tangsel. Sampai akhirnya kerja sama itu diteken tanpa ada meminta pendapat warga sekitar.

“Saya tegaskan dalam orasi bahwa kami sudah datang ke sini empat kali, tetapi tidak ada sosialisasi,” ujarnya.

Adapun tuntutan warga yakni meminta Pemkab Pandeglang melakukan kajian mendalam, termasuk studi kelayakan dan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) soal kerja sama tersebut.

Mereka juga meminta peralatan di TPA Bangkonol diperbarui dan pengelolaan sampah tidak lagi menggunakan sistem open dumping atau pembuangan terbuka.

"Kerja sama antara Tangsel dan Pandeglang ini akan terus kami tolak sampai tuntutan kami dipenuhi," pungkasnya.

Usai didemo warga, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani memutuskan mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta mencopot Kepala UPT TPA Bangkonol dan Direktur Utama Perusahaan Daerah Pandeglang Berkah Maju yang mengelola sampah.

“Terkait masalah sampah ini, memang wajar masyarakat mengeluh. Ke depan, pengelolaan akan dibenahi, peralatan diperbaiki, dan kinerja petugas harus lebih baik,” kata Dewi.

Dewi juga memastikan hingga saat ini belum ada sampah dari Tangsel yang masuk ke Pandeglang. Kerja sama akan dijalankan hanya jika infrastruktur pengelolaan sampah sudah siap dan ada kompensasi bagi warga terdampak.

Seperti diketahui, Pemkot Tangsel dan Pemkab Pandeglang telah menandatangani pengelolaan sampah, untuk mengatasi TPA Cipeucang, Tangsel yang sudah melebihi kapasitas.a

Nilai kerja sama ini sebesar Rp96 miliar untuk jangka waktu 4 tahun. Nantinya, Pemkot Tangsel akan membuang sekitar 500 ton sampah per hari ke ke TPA Bangkonol, Pandeglang.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

KAB. TANGERANG
Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:46

Seorang siswi SMK berusia 16 tahun asal Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) yang dilaporkan kabur ke apartemen kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, diduga korban kekerasan seksual warga negara China.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill