Connect With Us

Banten Hasilkan 8 Ribu Ton Sampah Sehari, Gubernur Dorong Penggunaan Teknologi MRF

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 27 November 2025 | 17:06

Gubernur Banten Andra Soni saat meresmikan Material Recovery Facility (MRF) milik PT Jaya Real Property Tbk Bintaro Jaya di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Rabu 26 November 2025. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Provinsi Banten menghadapi krisis pengelolaan sampah yang mendesak, ditandai dengan volume sampah yang sangat besar dan penanganan yang belum optimal.

Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa satu-satunya solusi untuk mengatasi tantangan lingkungan ini adalah dengan mengadopsi sistem pengelolaan yang modern, berbasis teknologi, dan mengedepankan ekonomi sirkular.

Penegasan ini disampaikan Gubernur saat meresmikan Material Recovery Facility (MRF) milik PT Jaya Real Property Tbk Bintaro Jaya di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Rabu 26 November 2025.

Andra Soni memaparkan data mengejutkan mengenai beban lingkungan yang dihadapi Provinsi Banten. Salam satu hari, Banten menghasilkan 8.126 rampah sampah.

Sementara hanya 13,4 persen atau sekitar 1.092 ton sampah yang berhasil dikelola dengan baik.

Ironisnya, lebih dari separuh sampah, yakni sekitar 3.771 ton, masih tertimbun di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan metode open dumping, yang rentan menimbulkan masalah lingkungan.

"Oleh karena itu, sistem pengelolaan sampah yang modern dan berbasis ekonomi sirkular, menjadi keharusan,” tegasnya.

 

MRF Sebagai Katalisator Teknologi Zero Waste

Peresmian MRF Bintaro Jaya yang mampu mengolah sampah hingga 60 ton per hari diharapkan menjadi katalisator bagi transformasi pengelolaan sampah di Banten.

Andra Soni mengapresiasi inisiatif swasta ini. Ia menilai bahwa fasilitas MRF berperan penting dalam memilah dan memproses sampah menjadi material bernilai ekonomi.

"Sektor swasta memiliki peran signifikan dalam mendorong transformasi menuju zero waste lifestyle. Didukung oleh peralatan utama produksi lokal Banten, seperti konveyor, mesin pilah organik, mesin cacah, mesin pres, dan mesin pirolisis," katanya.

Keberadaan MRF ini menjamin bahwa tidak ada sampah yang dibuang ke TPA (zero waste) dan tidak ada sampah yang menginap, serta tidak menimbulkan bau di lingkungan sekitar.

"Diharapkan keberhasilan model pengelolaan MRF dapat ditularkan di lingkungan lainnya," ujarnya.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie juga mengakui bahwa penanganan sampah membutuhkan kolaborasi seluruh unsur masyarakat, seiring meningkatnya tantangan di wilayahnya.

"Penanganan sampah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh unsur masyarakat," tutupnya.

KOTA TANGERANG
Pemkot Tangerang Geber Dokumen Kesiapan Pembangunan Sekolah Rakyat di Lahan 6,3 Hektare

Pemkot Tangerang Geber Dokumen Kesiapan Pembangunan Sekolah Rakyat di Lahan 6,3 Hektare

Selasa, 28 Juli 2026 | 17:32

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memulai penyusunan dokumen kriteria kesiapan (readiness criteria), sebagai bagian dari dukungan terhadap rencana pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

PROPERTI
Hadir Hunian Modern Dekat Kawasan Industri Serang, Cicilan Mulai Rp700 Ribuan per Bulan

Hadir Hunian Modern Dekat Kawasan Industri Serang, Cicilan Mulai Rp700 Ribuan per Bulan

Jumat, 24 Juli 2026 | 16:24

Kabar gembira bagi masyarakat yang tengah berburu hunian layak dan terjangkau di Banten. Kawasan kota mandiri terbaru, Hunian Warisan Bangsa (HWB) Serang kini hadir untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal para pekerja

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill