Connect With Us

SDE Incar Marketing Sales Rp7,2 Triliun Pada Tahun 2018

Advertorial | Kamis, 15 Februari 2018 | 16:00

Hermawan Wijaya - Direktur PT Bumi Serpong Damai, Ishak Chandra - CEO Strategic Development and Services Sianr Mas Land, dan Dhony Rahajoe - Managing Director President Office Sinar Mas Land berbincang bersama dalam acara Sinar Mas Land Outlook 2018. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com- Pengembang Properti terkemuka di Tanah Air, PT Bumi Serpong Damai Tbk. (kode saham: BSDE) menargetkan dapat meraup marketing sales senilai Rp7,2 triliun pada tahun 2018.

Hermawan Wijaya, Direktur BSDE mengatakan, “Untuk mencapai target tersebut, kami akan meluncurkan sejumlah proyek di kawasan BSD City, Apartemen SouthGate TB Simatupang dan Klaska Residence di Surabaya sepanjang tahun ini. Untuk mendukung target dan rencana ekspansi tersebut, BSDE menyiapkan belanja modal senilai Rp4 triliun pada tahun ini.”

BACA JUGA:

“Kami meyakini permintaan terhadap property akan kembali bergairah pada tahun ini yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang kuat sebesar 5,07% pada tahun 2017. Kondisi ini lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan pada tahun 2016,” kata Hermawan.

Sepanjang tahun lalu, BSDE sukses meraup marketing sales Rp7,23 triliun. Adapun, untuk target marketing sales pada tahun 2018, BSDE akan meningkatkan kontribusi produk komersial menjadi sebesar Rp3,55 triliun, sedangkan produk residensial diharapkan akan memberikan tambahan marketing sales Rp3,65 triliun.

“BSDE akan terus berekspansi pada tahun ini baik secara organic maupun anorganik untuk mendukung pertumbuhan kinerja yang berkesinambungan,” tutup Hermawan.

Tingkatkan Pendapatan Berulang, BSDE Akuisisi Bakrie Tower dan MSIG Tower

BSDE semakin gencar melakukan ekspansi an-organik untuk meningkatkan pendapatan berulang. 

Pada tahun 2017, BSDE mengakuisisi 13 lantai di Bakrie Tower sebagai bagian dari investasi properti. Adapun, net leasable area atau NLA dari 13 lantai tersebut mencapai 17.000 m2.

Adapun, rata-rata harga sewa di Bakrie Toer adalah Rp300.000/m2/bulan. Sejauh ini, tingkat okupansi di Bakrie Tower mencapai 23% pada Januari 2018 dan diperkirakan akan terisi sekitar 80-90% pada tahun 2019.

Selain itu, pada akhir tahun lalu, BSDE juga telah mengakuisisi Sinarmas MSIG Tower yang berlokasi di Jalan Jendral Sudirman, Jakarta. Adapun, NLA yang diakuisisi mencapai 68.525 m2 dengan rata-rata harga sewa mencapai Rp260.000/m2/bulan. Tingkat okupansi di Sinarmas MSIG Tower mencapai 40% pada tahun 2017 dan ditargetkan terisi sekitar 80-90% pada tahun 2019.

“Tujuan akuisisi ini adalah investasi properti untuk menambah portofolio pendapatan berulang perusahaan. Kami yakin, dengan dukungan pendapatan berulang yang besar, perusahaan dapat menjaga pertumbuhan kinerja di masa mendatang,” kata Hermawan.(DBI/RGI)

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

TEKNO
Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Jumat, 25 September 2026 | 21:19

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026

SPORT
Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Kamis, 24 September 2026 | 12:35

Persaingan klasemen medali Asian Games 2026 terus berubah seiring bertambahnya nomor pertandingan. Hingga Kamis 24 September 2026, Indonesia masih belum meraih medali emas dan berada di peringkat ke-23.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill