Connect With Us

Investasi Properti Meningkat, Grand Dadap City Bangun Tahap 2

Denny Bagus Irawan | Rabu, 22 Juni 2016 | 10:00

Grand Dadap Mall (http://rumahdijual.com / http://rumahdijual.com)


TANGERANGNews.com
- Dialihkannya aksebilitas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Rawa Bokor, Dadap melalui Jalan Perimeter Utara, membawa dampak positif bagi perkembangan Grand Dadap City di Jalan Raya Kali Prancis, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.


            "Sebelumnya, cukup sulit menjangkau kawasan Grand Dadap City, karena akses dari Bandara meuju Dadap selalu macet," kata Manajer Sales dan Marketing Grand Dadap Mall, Imam Hidayat kepada wartawan kemarin.
           

Namun dengan dialihkannya akses dari bandara melalui Jalan Perimeter Utara belakangan ini, menurut Imam, kunjungan ke Grand Dadap City, khususnya Mal Grand Dadap meningkat cukup signifikan.

            Imam juga memprediksi investasi, khususnya bidang properti di kawasan Dadap akan semakin meningkat, menyusul semakin baiknya akses dan infrastuktur yang ada di kawasan utara Kabupaten Tangerang tersebut.

            Begitu juga dengan Grand Dadeap City yang menawarkan superblock di barat Jakarta, menurutnya, menjadi peluang besar bagi investor dan konsumen properti. Tidak heran bila Provident Development, selaku pengembang, kini tengah mempersiapkan pembangunan kawasan terpadu tahap kedua.

            "Pembangunan tahap pertama telah menjadi pioner, khususnya Grand Dadap Mall menjadi pusat perbelanjaan pertama di kawasan Dadap yang menyuguhkan beragam tenant dan hiburan bagi warga," ujar Imam.

            Pada tahap pertama, jelas Imam, selain mal, juga telah selesai dibangun apartemen Grand Dadap Residence yang menawarkan tiga tower bernama Emerald, Ruby dan Sapphire, dengan luas keseluruhan 3,8 hektar.

            Semakin baiknya akses menuju kawasan Dadap, Grand Dadap City menyusulnya dengan memulai pembangunan tahap kedua di atas lahan seluas 1,8 hektar. Pada pembangunan tahap dua, nantinya dibangun apartemen Sapphire C dan D yang memenuhi kebutuhan bagi sekitar 500 penghuni.

            Unit baru itu, kata Imam, untuk melengkapi unit Emerald yang sebelumnya telah selesai dibangun sebanyak 150 unit. Harga yang ditawarkan pada unit Ruby dan Sapphire juga cukup kompetititf berkisar Rp300 jutaan.

            "Disebut kompetitif karena Grand Daap City sudah menjadi kawasan terpadu dengan fasilitas lengkap bagi investor maupun konsumen dalam memenuhi kebutuhannya," tambah Imam.

            Imam menyebut, Providen Development cukup konsisten dalam mengembangkan kawasan terpadu di Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tagerang. Konstistensi tersebut menjadi kunci kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di kawasan terpadu di Tangerang utara itu.

            Kawasan Grand Dadap Residence masih akan terus dikembangkan hingga rampung secara keseluruhan pada 2017 mendatang. Namun sejak Agustus 2015, pengembang sudah melakukan serah terima kunci kepada para investor. Khusus untuk Grand Mall, sudah mulai dibuka pada Agustus 2014.

            "Kami jamin investasi di Grand Dadap City cukup menjanjikan, lokasinya strategis hanya 5 menit dari bandara, serta hanya 10 menit dari megaproyek Pantai Indah Kapuk 2, Jakarta Utara," tandas Imam.

NASIONAL
 Perusahaan Otomotif Jepang Mau Hengkang ke Vietnam Jadi Sinyal Kuat PHK Massal

Perusahaan Otomotif Jepang Mau Hengkang ke Vietnam Jadi Sinyal Kuat PHK Massal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Munculnya informasi mengenai potensi relokasi dua perusahaan komponen otomotif asal Jepang dari Indonesia ke Vietnam perlu menjadi perhatian serius semua pemangku kepentingan.

PROPERTI
Penghuni Paramount Petals Bertambah, Klaster Lily Mulai Diserahterimakan ke Konsumen

Penghuni Paramount Petals Bertambah, Klaster Lily Mulai Diserahterimakan ke Konsumen

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:29

Pengembangan kawasan hunian Paramount Petals memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun dipasarkan, pengembang mulai menyerahkan kunci rumah kepada para pembeli di Klaster Lily.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill