Connect With Us

Banten Ekspor 7,5 Ton Daun Talas Beneng ke Amerika Serikat

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 7 November 2023 | 21:11

Pj Gubernur Banten Al Muktabar melepas ekspor 7,5 ton daun talas beneng ke Amerika Serikat, Selasa 7 November 2023. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Provinsi Banten mengekspor ekspor cacahan daun talas beneng sebanyak 7,5 ton ke Amerika Serikat (AS). Ekspor yang dilakukan oleh CV UNNI Talas Beneng itu, dinilai turut memberikan nilai tambah bagi para petani talas beneng.

“Talas benang merupakan komoditi yang punya masa depan jauh dan luas,” ungkap Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar saat melepas ekspor cacahan daun talas beneng di CV UNNI Talas Beneng, Kelurahan Gelam, Cipocok Jaya, Kota Serang, Senin 6 November 2023. 

Dikatakan Al Muktabar, Pemprov Banten terus mendorong segala bentuk produk pertanian untuk dikembangkan menjadi produk ekspor.

Salah satunya talas beneng yang menjadi komoditi yang dikembangkan pertama kali di Provinsi Banten.

"Talas benang menghasilkan daun dan umbi yang bisa menjadi bahan pangan pengganti beras. Ini komoditi yang sangat potensial ke depan dan bernilai ekonomi tinggi,” ungkapnya.

Kementerian Pertanian juga menyampaikan hasil-hasil risetnya dan memandu komoditi ini agar memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Menurut Al Muktabar, hilirisasi daun talas beneng masih pada tahap perajangan untuk diekspor. Ke depan, akan didorong ke tingkat produksi paling hilir. 

Talas benang bisa menjadi tanaman tumpang sari untuk lahan-lahan yang ada dan tidak mengganggu tanaman utama. Tanaman ini menghasilkan daun, batang, dan umbi yang semuanya bisa memiliki nilai ekonomis.

“Bila tanaman ini terus kita dorong, bisa berkontribusi terhadap tata ekonomi masyarakat. Bisa dilakukan dengan sistem plasma ataupun dikembangkan di pekarangan-pekarangan rumah masyarakat,” ungkap Al Muktabar.

Pada bulan ketiga, daun sudah bisa dipanen. Sedangkan untuk umbi bisa dipanen pada usia 2 tahun. Sebanyak 1 kilogram daun bisa terdiri dari 3 atau 4 daun dengan harga Rp1.500. Daun rajang kering harganya bisa Rp30 ribu per kilogram.

"DIharapkan akan semakin banyak komoditas pertanian Banten yang menembus pasar ekspor. Selain itu, Pemprov Banten terus mendorong hilirisasi sebagaimana amanat Presiden Joko Widodo," jelasnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Imaduddin Sahabat mengatakan alternatif ekspor perlu didorong, sehingga Banten tidak lagi tergantung pada ekspor baja, alas kaki, dan sebagainya.

“Produk-produk unggulan harus kita dorong seperti hari ini,” ungkapnya.

Hal ini akan berkontribusi sangat baik bagi Provinsi Banten terhadap pertumbuhan ekonomi. "Jadi kita mendukung dan hilirisasinya punya produk yang baik bahkan bisa ekspor,” pungkas Imaduddin. 

Anggota Komisi IV DPR RI Nuraeni menyampaikan apresiasi kepada CV UNNI Talas Beneng yang telah mampu mengekspor daun talas beneng ke Amerika Serikat.

Pengembangan talas beneng ini bisa membantu penurunan angka kemiskinan dan stunting.

"Perlu komitmen untuk support pengembangan talas beneng. Perlu dimanfaatkan dan dilakukan pembangunan di subsektor pertanian untuk ketersedian pangan,” pungkasnya.

BANTEN
16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

Kamis, 8 Oktober 2026 | 11:15

Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill