Connect With Us

5 Alasan Mengapa Bitcoin Banyak Digunakan Sebagai Metode Transaksi

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 18 Maret 2024 | 09:19

Ilustrasi Bitcoin. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Di Indonesia, harga Bitcoin hari ini sering kali menjadi sorotan utama, mengungguli berita tentang peran Bitcoin dalam transaksi sehari-hari. Hal ini bisa dimengerti mengingat Bitcoin belum diakui sebagai alat pembayaran resmi di negeri ini.

Meski demikian, perlu diingat bahwa situasi ini tidak menutup kemungkinan adanya perubahan kebijakan pemerintah di masa mendatang.

Selain itu, walau Bitcoin memang bukan metode transaksi yang sah dalam negeri, mata uang kripto satu ini masih bisa digunakan untuk transaksi lintas negara maupun di luar negeri.

Maka dari itu, tak ada salahnya untuk mempelajari lebih lanjut mengapa Bitcoin menjadi mata uang kripto andalan untuk bertransaksi di banyak negara. Berikut adalah lima alasan yang mendasarinya:

 

1. Biaya Transaksi yang Lebih Murah Daripada Bank

Pihak-pihak yang banyak melakukan transaksi lintas negara tahu betul bahwa biaya yang dikenakan baik untuk mengirim maupun menerima uang ke dan dari luar negeri umumnya cukup tinggi, bahkan kadang mencapai 10-15% dari biaya total jika mengandalkan transfer langsung via bank.

Hal ini cukup kontras dengan transfer dana menggunakan Bitcoin. Biaya transfer dengan Bitcoin biasanya tidak sampai US$2, dengan nominal transaksi ratusan juta rupiah sekalipun.

Ini pun bisa dicapai karena transaksi dengan Bitcoin tidak melibatkan pihak ketiga seperti bank atau lembaga keuangan lainnya, hanya antara pengirim dan penerima saja atau P2P (peer-to-peer).

 

2. Kerahasiaan Penerima Maupun Pengirim Terjaga

Mengirim dana ke dalam maupun luar negeri seringkali menjadi tantangan yang rumit, terutama karena pertimbangan geopolitik yang dapat menghalangi aliran dana antarnegara.

Sebagai contoh, warga negara Rusia yang terkena sanksi dari Amerika Serikat mungkin tidak dapat menggunakan layanan perantara keuangan global seperti SWIFT, yang berdampak pada kemudahan akses mereka untuk melakukan transaksi internasional.

Dengan Bitcoin, masalah ini sirna. Meskipun pengirim dan penerima transaksi dapat melihat alamat dompet kripto masing-masing, identitas mereka tetap terlindungi dengan baik, karena dompet tidak secara langsung terhubung dengan identitas pengguna di dunia nyata.

Bitcoin juga tidak memerlukan pengungkapan informasi pribadi saat melakukan transaksi.

Tidak seperti sistem perbankan tradisional yang memerlukan verifikasi identitas lengkap, transaksi Bitcoin dapat dilakukan tanpa harus memberikan informasi pribadi seperti nama, alamat, atau nomor identitas seperti KTP atau paspor.

 

3. Mudah untuk Transfer Dana Besar

Besarnya nilai Bitcoin saat dikonversi ke uang fiat, seperti Dolar Amerika Serikat dan Rupiah Indonesia, memberikan keuntungan tersendiri ketika ada kebutuhan transaksi dalam jumlah besar.

Kesalahan memasukkan nominal uang bisa berakibat fatal dalam transaksi keuangan, baik itu untuk individu maupun perusahaan, terutama ketika jumlah transaksi mencapai ratusan juta hingga miliar.

Dalam hal ini, Bitcoin, dengan nilai 1 koinnya yang bisa mencapai miliaran rupiah, dapat membantu mengurangi risiko tersebut.

Selain itu, berbeda dengan metode transfer lainnya, Bitcoin tidak menetapkan batasan nilai atau jumlah transaksi seperti lembaga keuangan yang menggunakan uang fiat. Dengan menggunakan Bitcoin, dana besar dapat sampai ke rekening penerima tanpa tertunda.

 

4. Proses Transaksi Sangat Cepat

Proses transaksi antar pengguna yang melibatkan bank atau lembaga keuangan seringkali tidak terjadi secara instan dan mungkin dikenakan biaya tambahan.

Meskipun di Indonesia, kebijakan seperti BI-Fast atau metode transfer antar bank lainnya memungkinkan pengiriman uang secara instan tanpa biaya tambahan, opsi yang sama tidak tersedia di negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada.

Di sinilah Bitcoin berperan. Transfer menggunakan Bitcoin cenderung cepat, dengan proses yang biasanya selesai dalam beberapa menit hingga satu jam.

Dengan Bitcoin, pengguna dapat mentransfer dana tanpa keterlambatan yang signifikan dan tanpa perlu khawatir akan biaya tambahan yang mungkin dikenakan oleh lembaga keuangan tradisional.

Bitcoin memberikan metode transaksi alternatif yang dapat digunakan untuk mempermudah pembayaran lintas negara.

Selain itu, biaya transaksinya yang jauh lebih rendah dibanding lembaga keuangan lainnya juga membuatnya menjadi pilihan yang menarik bagi individu dan perusahaan yang ingin menghemat biaya.

Walau Bitcoin belum bisa digunakan untuk metode transaksi dalam negeri saat ini, mungkin saja kedepannya akan ada mata uang kripto asal Indonesia yang disahkan, sehingga masyarakat Indonesia bisa memanfaatkan kemudahan transaksi yang ditawarkan dengan teknologi blockchain.

NASIONAL
Meski Sudah Dirumuskan, Pemerintah Masih Belum Buka Rekrutmen ASN 2026 

Meski Sudah Dirumuskan, Pemerintah Masih Belum Buka Rekrutmen ASN 2026 

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:31

Pemerintah memastikan rencana rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) tahun 2026 sebenarnya sudah mulai dirumuskan. Namun, keputusan terkait pembukaan formasi CPNS maupun PPPK 2026 masih belum diumumkan karena pemerintah masih menahan penetapan final.

HIBURAN
Bukan Cuma Opor, Tradisi Makan Bakso saat Lebaran Ternyata Sudah Ada Sejak 1981

Bukan Cuma Opor, Tradisi Makan Bakso saat Lebaran Ternyata Sudah Ada Sejak 1981

Senin, 23 Maret 2026 | 22:37

Opor, ketupat, dan aneka kue kerap menjadi menu utama saat Hari Raya Idulfitri. Namun setelah terasa dengan sajian khas Lebaran, banyak warga justru beralih mencari semangkuk bakso hangat.

BISNIS
Kapan Bank Mandiri dan BCA Buka Lagi Usai Lebaran 2026? Ini Jadwalnya

Kapan Bank Mandiri dan BCA Buka Lagi Usai Lebaran 2026? Ini Jadwalnya

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:21

Layanan kantor cabang Bank Mandiri dan BCA masih tutup selama periode libur Lebaran 2026 dan baru akan kembali beroperasi normal pada 25 Maret 2026.

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill