Connect With Us

UNDP, BAZNAS, dan BSI Pelopori Zakat Hijau 

Redaksi | Senin, 17 Maret 2025 | 22:44

UNDP Indonesia, BAZNAS, dan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam diskusi terfokus (FGD) membahas terkait rancangan kerangka Zakat Hijau. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com – Zakat selama ini dikenal sebagai instrumen sosial untuk membantu kaum dhuafa. Namun, inisiatif baru dari UNDP Indonesia, BAZNAS, dan Bank Syariah Indonesia (BSI) ingin membawa zakat ke level yang lebih luas yakni sebagai pendorong keberlanjutan dan ketahanan iklim.

Dalam diskusi terfokus (FGD) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan keuangan Syariah, ketiga lembaga ini merancang Kerangka Zakat Hijau. 

Tujuannya adalah memastikan dana zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sosial, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi hijau dan rendah karbon.

Menurut data BAZNAS, potensi zakat tahunan Indonesia mencapai Rp 327 triliun, hampir setara dengan 75% anggaran perlindungan sosial. Dengan angka sebesar ini, zakat berpotensi mengisi kesenjangan pendanaan untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan mendukung transisi ekonomi ramah lingkungan.

"Kami ingin memastikan zakat dapat berkontribusi secara inklusif dan transformatif dalam aksi iklim serta ketahanan sosial," ujar Nila Murti, Team Leader Financing for Development UNDP Indonesia.

BSI juga telah menunjukkan komitmennya dengan mengalokasikan dari pendapatannya untuk zakat. Tahun 2024, mereka menyalurkan Rp 232 miliar sebagai zakat korporasi terbesar di antara bank-bank Indonesia.

Bersama dengan BAZNAS, BSI telah meluncurkan inisiatif Zakat Hijau selama Forum Zakat dan Wakaf Dunia 2024 di sela-sela Forum Ekonomi Syariah Indonesia.

“Zakat Hijau merupakan wujud unik dari prinsip dan praktik Syariah yang sejalan dengan nilai-nilai ESG. Nilai-nilai ini mencerminkan konsep Syariah rahmatan lil alamin,” jelas Bob Tyasika Ananta, Vice President Director Bank Syariah Indonesia.

Menurut Budi Setiawan, Kepala Divisi CSR BAZNAS, Zakat Hijau adalah bentuk komitmen untuk memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi lingkungan.

"Dukungan kami untuk Zakat Hijau adalah langkah lanjutan dalam komitmen kami untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Budi.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

TEKNO
Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Jumat, 25 September 2026 | 21:19

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026

BISNIS
Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Kamis, 1 Oktober 2026 | 20:07

Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.

SPORT
Selisih dengan Pelatih, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Kamp Timnas Portugal

Selisih dengan Pelatih, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Kamp Timnas Portugal

Kamis, 1 Oktober 2026 | 14:00

Cristiano Ronaldo meninggalkan kamp pelatihan Timnas Portugal dan terbang ke Madrid menggunakan jet pribadi setelah terlibat perselisihan dengan pelatih Jorge Jesus.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill