Connect With Us

Kenapa Malam Tahun Baru Identik dengan Bakar-bakaran? Ini Sejarahnya

Fahrul Dwi Putra | Senin, 1 Januari 2024 | 03:50

Ilustrasi memanggang atau bakar-bakaran di malam Tahun Baru. (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Tradisi barbecue atau dikenal dengan bakar-bakaran di Indonesia telah lama menjadi salah satu opsi populer untuk merayakan pergantian tahun.

Sebelum merayakan malam pergantian tahun, masyarakat berbondong-bondong berbelanja untuk memanggang berbagai macam menu, umumnya seperti ayam bakar atau jagung bakar.

Melansir dari Bobo.id, asal usul tradisi memanggang ini sudah dimulai sejak 1,8 juta tahun yang lalu.

Berdasarkan informasi dari Live Science, kebiasaan memanggang dimulai ketika nenek moyang Homo Erectus pertama kali mengenal api.

Meskipun demikian, teknik memanggang dengan saus seperti yang kita kenal sekarang baru muncul pada abad ke-16 di wilayah Karibia.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa kata 'barbecue' pertama kali muncul dalam catatan penjelajah di Hindia Barat pada tahun 1526.

Sejak saat itu, kepopuleran barbecue dengan daging menyebar cepat ke Eropa, Afrika, hingga Amerika Serikat.

Berbagai peristiwa penting kemudian kerap dirayakan melalui kegiatan memanggang atau barbecue.

Bukan hanya masyarakat biasa, bahkan tradisi memanggang juga digemari oleh presiden Amerika Serikat pada masa itu. Sejak saat itu, barbecue menjadi bagian dari budaya mereka.

Dari waktu itu juga, memanggang sering diidentikkan dengan perayaan istimewa yang melibatkan semua kalangan seperti Tahun Baru.

Masyarakat biasanya akan memilih ayam, makanan laut, hingga daging premium untuk kegiatan memanggang ini.

Tidak hanya itu, versi lain menyebutkan tradisi bakar-bakaran sudah dimulai pada tahun 1800-an, ada seorang koboi yang melayani tuannya yang memiliki banyak kuda dan hewan ternak lainnya.

Tugas koboi tersebut melibatkan penjagaan dan penggembalaan kuda serta hewan ternak lainnya di wilayah tersebut.

Terungkap bahwa para koboi diberikan bagian punggung daging sebagai makanan mereka, teman-teman.

Bagian punggung ini memiliki lemak tebal, sedikit daging, dan harganya sangat terjangkau.

Kondisi ini membuat bagian punggung sulit diolah. Namun, para koboi dengan kreatifitasnya memutuskan untuk memanggangnya.

Mereka memanggang daging tersebut dengan menggunakan tusukan besi agar dapat ditempatkan di atas api.

Tak hanya di Amerika Serikat, kini banyak masyarakat di Indonesia yang merayakan pergantian tahun dengan bakar-bakaran.

Kunci utama penyebaran tradisi bakar-bakaran ini adalah adanya globalisasi dan internet.

Pada awalnya, masyarakat Indonesia merayakan pergantian tahun dengan spiritual.

Namun, dengan perkembangan budaya Barat karena globalisasi, masyarakat Indonesia akhirnya memodifikasi tradisi tersebut.

Dengan adanya globalisasi, budaya merayakan tahun baru berubah menjadi kegiatan memanggang bersama-sama.

Tidak hanya saat perayaan pergantian tahun, tradisi ini juga dapat dinikmati pada acara penting lainnya.

Dengan harga terjangkau dan cara yang mudah, setiap keluarga dapat melakukan tradisi bakar-bakaran sendiri di rumah untuk menciptakan kebersamaan di malam pergantian tahun.

Itulah asal-usul tradisi memanggang saat pergantian tahun. Semoga bermanfaat!

BANTEN
Kanwil Kemenkum Banten Perkuat Pengawasan 1.700 Notaris Agar Lebih Profesional

Kanwil Kemenkum Banten Perkuat Pengawasan 1.700 Notaris Agar Lebih Profesional

Selasa, 22 September 2026 | 18:58

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Banten menggelar Diskusi dan Koordinasi Permasalahan Notaris di Grand Serpong Hotel, Kota Tangerang, Selasa 22 September 2026.

NASIONAL
Data Center dan Industri Dongkrak Kebutuhan Listrik, Sistem Energi Dituntut Makin Tangguh

Data Center dan Industri Dongkrak Kebutuhan Listrik, Sistem Energi Dituntut Makin Tangguh

Selasa, 22 September 2026 | 14:16

Pertumbuhan data center dan ekspansi industri mulai mengubah peta kebutuhan listrik di Asia Tenggara.

KAB. TANGERANG
Perkuat Layanan Darurat, Dinkes Kabupaten Tangerang Serahkan 8 Unit Ambilans ke Puskesmas

Perkuat Layanan Darurat, Dinkes Kabupaten Tangerang Serahkan 8 Unit Ambilans ke Puskesmas

Selasa, 22 September 2026 | 21:03

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang menyerahkan sebanyak delapan unit armada ambulans kepada delapan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di wilayah tersebut.

SPORT
Siap-siap! PLN Mobile Jawara Run 2026 Ajak Runners Lari Bareng di Serang Banten, Rutenya 5 Kilometer

Siap-siap! PLN Mobile Jawara Run 2026 Ajak Runners Lari Bareng di Serang Banten, Rutenya 5 Kilometer

Senin, 21 September 2026 | 17:38

PLN Mobile Jawara Run 2026 kembali digelar di Provinsi Banten. Setelah berlangsung pada 2025, ajang lari ini akan kembali mengajak ribuan peserta berolahraga sekaligus membawa pesan tentang gaya hidup sehat

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill