Connect With Us

Kenapa Bulan Mei 2024 Terasa Sangat Lama? Begini Penjelasan Ahli

Fahrul Dwi Putra | Senin, 27 Mei 2024 | 08:29

Ilustrasi kalender Mei 2024 (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Banyak warganet di media sosial mengeluhkan bulan Mei 2024 terasa berjalan sangat lambat. Fenomena ini serupa seperti awal tahun 2024, yakni pada bulan Januari silam.

Menanggapi itu, Psikolog sekaligus dosen S1 Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta, Ratna Yunita Setiyani Subardjo menjelaskan, dinobatkannya Mei sebagai bulan terlama tidak lain hanyalah sebuah persepsi.

Menurutnya, tidak ada satu pun riwayat penelitian ilmiah maupun teori yang mendefinisikan Mei sebagai bulan terlama.

Kendati begitu, Ratna mengatakan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan munculnya persepsi Mei sebagai bulan terlama.

Lagi-lagi faktor tersebut salah satunya ialah kondisi keuangan yang kian menipis, sehingga menyebabkan seseorang tidak menikmati, tidak bahagia, atau merasa terganggu dan cenderung menganggap waktu berjalan lebih lambat.

"Jadi, kenapa kok bisa dikatakan Mei sangat lama, mungkin karena uangnya habis, sehingga tidak banyak yang bisa dilakukan. Padahal, kita tahu segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli itu harus ada uang," tambahnya dilansir dari Kompas.com, Senin, 27 Mei 2024.

Selain itu, Mei juga bukan satu-satunya bulan dengan jumlah tanggal 31 hari pada 2024. Sebab, masih ada enam bulan lainnya, yakni Januari, Maret, Juli, Agustus, Oktober, dan Desember.

"Balik lagi ini adalah masalah persepsi," ucapnya.

Ratna mengimbau agar fokus terhadap apa yang saat ini sedang dikerjakan, sehingga kesibukan itu akan membuat lupa terhadap persepsi tersebut.

"Kita akan menikmati dan akan berjalan sewajarnya, sehingga perasaan terlalu lama atau terlalu sebentar itu tidak akan terasa, karena menikmati setiap momen," pungkasnya.

TANGSEL
Amankan 18 CCTV dan Tabung Gas 50 Kg, Polisi Selidiki Unsur Kesengajaan Ledakan di Pasar Cimanggis

Amankan 18 CCTV dan Tabung Gas 50 Kg, Polisi Selidiki Unsur Kesengajaan Ledakan di Pasar Cimanggis

Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:13

Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri terus bergerak cepat mengusut tuntas insiden ledakan maut di Komplek Ruko Pasar Cimanggis, Kecamatan Ciputat

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

BANDARA
2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill