Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi
Jumat, 18 September 2026 | 20:40
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TANGERANGNEWS.com- Banyak warganet di media sosial mengeluhkan bulan Mei 2024 terasa berjalan sangat lambat. Fenomena ini serupa seperti awal tahun 2024, yakni pada bulan Januari silam.
Menanggapi itu, Psikolog sekaligus dosen S1 Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta, Ratna Yunita Setiyani Subardjo menjelaskan, dinobatkannya Mei sebagai bulan terlama tidak lain hanyalah sebuah persepsi.
Menurutnya, tidak ada satu pun riwayat penelitian ilmiah maupun teori yang mendefinisikan Mei sebagai bulan terlama.
Kendati begitu, Ratna mengatakan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan munculnya persepsi Mei sebagai bulan terlama.
Lagi-lagi faktor tersebut salah satunya ialah kondisi keuangan yang kian menipis, sehingga menyebabkan seseorang tidak menikmati, tidak bahagia, atau merasa terganggu dan cenderung menganggap waktu berjalan lebih lambat.
"Jadi, kenapa kok bisa dikatakan Mei sangat lama, mungkin karena uangnya habis, sehingga tidak banyak yang bisa dilakukan. Padahal, kita tahu segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli itu harus ada uang," tambahnya dilansir dari Kompas.com, Senin, 27 Mei 2024.
Selain itu, Mei juga bukan satu-satunya bulan dengan jumlah tanggal 31 hari pada 2024. Sebab, masih ada enam bulan lainnya, yakni Januari, Maret, Juli, Agustus, Oktober, dan Desember.
"Balik lagi ini adalah masalah persepsi," ucapnya.
Ratna mengimbau agar fokus terhadap apa yang saat ini sedang dikerjakan, sehingga kesibukan itu akan membuat lupa terhadap persepsi tersebut.
"Kita akan menikmati dan akan berjalan sewajarnya, sehingga perasaan terlalu lama atau terlalu sebentar itu tidak akan terasa, karena menikmati setiap momen," pungkasnya.
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TODAY TAGPemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memberikan klarifikasi resmi terkait langkah Mukroni yang memilih melepaskan jabatannya sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Kawasan Kuliner Laksa di Jalan Moh. Yamin, Kota Tangerang mendadak jadi sorotan publik setelah keluhan soal parkir liar viral di media sosial.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews