Semarakkan Ramadan, PLN Hadirkan Diskon 50 Persen Tambah Daya
Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:51
Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, PT PLN (Persero) kembali menggulirkan program promo penambahan daya listrik bagi pelanggan rumah tangga.
TANGERANGNEWS.com– Siapa sangka, warna gerobak mi ayam yang sering kita lihat ternyata memiliki makna tersendiri.
Rupanya setiap warna gerobak ini menandakan asal daerah penjualnya.
Berikut arti warna yang digunakan pada gerobak mi ayam dilansir dari kanal YouTube Entrepreneur Indonesia, Sabtu, 10 Agustus 2024.
1. Gerobak Biru dan Cokelat
Gerobak mi ayam berwarna biru dan cokelat umumnya berasal dari Jawa Tengah, terutama dari daerah Wonogiri. Dahulu, para penjual mi ayam dari wilayah ini memilih warna biru karena catnya yang relatif murah.
Selain itu, warna biru tidak mudah terlihat kotor oleh debu dan kotoran lainnya, menjadikannya pilihan yang praktis bagi para penjual yang harus beroperasi di luar ruangan setiap hari.
Hingga kini, gerobak biru dan cokelat telah menjadi ciri khas yang melekat dengan mi ayam dari Wonogiri, yang juga terkenal akan kelezatannya.
2. Gerobak Hijau
Berbeda dengan Jawa Tengah, gerobak mi ayam berwarna hijau biasanya berasal dari Jawa Barat, terutama daerah Priangan. Hijau seringkali dikaitkan dengan kesegaran dan keaslian, yang cocok dengan citra kuliner Jawa Barat yang terkenal dengan bahan-bahan segarnya.
Warna hijau juga mencerminkan kekayaan alam Priangan yang subur, yang menjadi salah satu alasan mengapa para penjual di daerah ini memilihnya sebagai identitas gerobak mereka.
Jadi, ketika Anda melihat gerobak mi ayam dengan warna-warna ini, Anda sebenarnya sedang melihat jejak budaya dan tradisi yang dibawa oleh para penjual dari daerah asalnya.
Setiap warna tidak hanya sekadar hiasan, tetapi juga mencerminkan cerita dan sejarah panjang di balik kelezatan mi ayam yang disajikan.
Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, PT PLN (Persero) kembali menggulirkan program promo penambahan daya listrik bagi pelanggan rumah tangga.
TODAY TAGPencapaian paling mencolok tahun ini adalah keberhasilan Bandara Soekarno-Hatta meraih gelar Best Airports: Cleanest Airport in Asia-Pacific (bandara terbersih) untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Ramadhan secara teologis dimaknai sebagai bulan penyucian diri, penguatan ketakwaan, dan peneguhan solidaritas sosial. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan spiritual untuk membangun empati dan keadilan sosial.
Tidak terasa sudah beranjak dewasa, 33 tahun bukan lagi usia muda bagi sebuah kota, Masih dalam suasana Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-33 Kota Tangerang, masyarakat banyak menyampaikan harapannya.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews