Connect With Us

Fenomena Agak Laen Jadi Waralaba Film Komedi Terlaris di Indonesia, Ini Rahasianya

Fahrul Dwi Putra | Senin, 19 Januari 2026 | 08:54

Para pemain film Agak Laen (kiri ke kanan) Boris Bokir, Oki Rengga, Bene Dion, Indra Jegel, di bawah besutan rumah produksi Imajinari sukses menjadi film komedi terlaris sepanjang masa di Indonesia (@TangerangNews / Istimewa)

 TANGERANGNEWS.com- Film Agak Laen 2 mencatatkan sejarah baru di perfilman nasional. Film sekuel ini resmi menempati posisi teratas sebagai film komedi terlaris di Indonesia setelah meraih 10.250.000 penonton, unggul tipis dari Jumbo yang sebelumnya memegang rekor penonton dengan 10.233.002 penonton sejak Juni 2025. 

Hingga awal Januari 2026, jumlah penonton Agak Laen 2 bahkan terus bertambah dan telah menembus angka 10,6 juta penonton.

Capain tersebut diraih tanpa harus menunggu akhir pekan. Setelah melewati angka 10 juta penonton pada Rabu, 31 Desember 2025, film ini langsung memanfaatkan momentum libur 1 Januari 2026 untuk melampaui KKN Di Desa Penari dan Jumbo sekaligus. 

Perolehan ini lebih cepat dari berbagai prediksi yang sebelumnya memperkirakan rekor baru akan tercapai pada akhir pekan pertama 2026, sekaligus mengukuhkan posisinya di bioskop Indonesia seperti dikutip dari CNBC Indonesia.

Di balik lonjakan penonton tersebut, Agak Laen 2 menawarkan cerita yang sepenuhnya berbeda dari film pertamanya. 

Kuartet komika Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga kembali dipertemukan dalam satu layar, kali ini sebagai detektif yang selalu gagal. Mereka mendapat misi terakhir untuk menyamar di sebuah panti jompo misterius demi memburu buronan kasus pembunuhan yang bersembunyi di antara para lansia. 

Melansir dari kanal YouTube FilmmakingCoach, Candra Agustinus, menjelaskan beberapa alasan yang membuat Agak Laen menempati posisi puncak film komedi Indonesia sepanjang masa. 

Cerita Baru dengan Pola Lama yang Efektif

Sebagai bagian dari waralaba film, Agak Laen 2 hadir dengan cerita yang tidak berkesinambungan dengan film pertamanya. Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga kembali dipertemukan sebagai empat sahabat dengan profesi baru, yakni detektif yang kerap gagal. Empat sekawan ini mendapat misi menyamar di sebuah panti jompo misterius untuk memburu buronan kasus pembunuhan yang bersembunyi di antara para lansia. Dari sinilah rangkaian kekacauan dan komedi absurd bermula.

Kekuatan Karakter yang Saling Melengkapi

Salah satu kunci keberhasilan Agak Laen terletak pada pembagian peran karakter yang seimbang. Tidak ada satu tokoh yang berdiri lebih dominan dari yang lain. Setiap karakter memiliki fungsi, konflik, dan momen tersendiri yang membuat penonton merasa terhubung dengan keseluruhan kelompok, bukan hanya individu tertentu.

Chemistry yang Terasa Alami di Layar

Interaksi antarpemain menjadi daya tarik utama dalam film komedi Indonesia ini. Dialog yang saling tumpang tindih, reaksi spontan, hingga ritme percakapan yang cepat membuat humor terasa hidup. Pola tersebut lahir dari kebersamaan para pemain di luar layar dan berhasil diterjemahkan secara konsisten ke dalam film.

Strategi Visual yang Mendukung Komedi

Pendekatan visual turut memperkuat kelucuan. Banyak adegan ditampilkan dalam satu bingkai lebar yang memperlihatkan ekspresi seluruh karakter secara bersamaan. Kelucuan tidak hanya datang dari dialog, tetapi juga dari respons dan bahasa tubuh antartokoh yang terjadi dalam satu momen utuh, sebuah pendekatan yang jarang ditemukan dalam film komedi arus utama di bioskop Indonesia.

Tanpa Cerita Bersambung

Berbeda dari banyak film serial, Agak Laen memilih jalur waralaba tanpa cerita yang saling terhubung. Setiap film berdiri sendiri dengan latar dan konflik berbeda, namun tetap membawa identitas yang sama. Strategi ini membuat penonton bisa masuk dari film mana pun tanpa harus mengikuti urutan cerita sebelumnya.

Kedekatan Emosional dengan Penonton

Di balik tawa yang dihadirkan, Agak Laen menawarkan gambaran persahabatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dinamika empat karakter yang saling mendukung di tengah kekacauan menjadi refleksi sederhana tentang arti dari solidaritas. Faktor inilah yang membuat Agak Laen bukan hanya dipandang sebagai film yang lucu, tetapi juga terasa dekat dan terus diminati oleh penonton Indonesia.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

PROPERTI
Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Jumat, 9 Januari 2026 | 18:47

Kawasan Paramount Gading Serpong tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan hunian, wilayah ini dirancang dengan konsep terpadu yang mencakup area komersial, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga ruang publik penunjang aktivitas masyarakat.

BISNIS
Beli Motor Honda di Tangerang Dapat Diskon Promo Tahun Baru Sampai Rp2 Juta, Ini Rinciannya

Beli Motor Honda di Tangerang Dapat Diskon Promo Tahun Baru Sampai Rp2 Juta, Ini Rinciannya

Jumat, 9 Januari 2026 | 20:41

Promo spesial berupa potongan harga sampai Rp2 juta ini berlaku hingga akhir Januari untuk membantu konsumen memiliki motor impian dengan lebih mudah dan hemat.

SPORT
PR John Herdman Perbaiki Disiplin Timnas yang Longgar di Era Patrick Kluivert

PR John Herdman Perbaiki Disiplin Timnas yang Longgar di Era Patrick Kluivert

Jumat, 16 Januari 2026 | 12:24

Ketua Badan Tim Nasional Sumardji menyinggung lemahnya kedisiplinan pemain Timnas Indonesia pada era kepelatihan Patrick Kluivert.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill