Connect With Us

Tolong..Penderita Tumor Ganas di Kabupaten Tangerang Kekurangan Biaya

| Rabu, 12 Juni 2013 | 21:50

Irman Ludiono (tangerangnews / MOE)


TANGERANG
-Karena kekurangan biaya untuk mengobati tumor ganas yang bersarang di lengan sebelah kanan, Irman Ludiono (19), warga Perumahan Griya Yasa Blok J 3 No 14 Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang lemah terkulai menahan sakit di tempat tidurnya.
 
Sampai akhirnya, tumor tersebut membengkak hingga sebesar buah semangka. Menurutnya, dirinya pernah sekali meminta surat pengantar dari pihak desa untuk mendapatkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. Tetapi, surat pengantar dari desa terhambat di Puskesmas Cikupa.
 
Dengan alasan, Irman sudah mempunyai Jamsostek dari orang tunya, Poniman (42), yang bekerja di PT Union Foods, Jatake, Kota Tangerang.

Menurut orang tua Irman, Sartiningsih (40), putranya merasakan pegal-pegal di lengan kanannya sudah sejak 6 bulan yang lalu. Tapi karena tidak tahu, mereka hanya membawanya ke tukang urut sangkal putung.
"Setahu saya kan hanya keseleo biasa, awalnya. Makanya saya bawa ke tukang urut tradisional. Sering memang, setiap kali merasakan pegal-pegal, ya diurut disitu," ujar Sartiningsih, Rabu (12/6).

Sedangkan, membengkaknya lengan kanan Irman, kata Sartiningsih sudah sejak 1 bulan yang lalu.
"Awalnya membengkaknya kecil, seperti orang keseleo saja. Tapi setelah satu bulan ini malah kondisinya semakin membengkak, besar," tandasnya.

Dari situlah, lanjut Sartiningsih pihak keluarga membawa Irman ke Rumah Sakit Mulya Insani. Tapi sampai Rumah Sakit Mulya Insani, pihak keluarga dianjurkan untuk melakukan rontgen, dan diberikan rujukan ke Rumah Sakit Siloam.
"Dari rumah Rumah Sakit Siloam, Irman kita bawa ke Rumah Sakit Tarakan Jakarta, tapi sampai sana disuruh pulang lagi, dengan alasan dokter spesialisnya tidak ada," paparnya.

Dari situlah, keluarga membawa Irman ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta.
"Tapi di Rumah Sakit Cipto biayanya sangat mahal, lebih dari Rp100 juta. Sedangkan biaya Jamsostek dari pabrik bapaknya kan tidak mencukupi," katanya.

Karena terbentur biaya tersebut, ujar Poniman ayah Irman, pihaknya mencoba minta surat keterangan dari desa, untuk mendapatkan SKTM dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
"Tapi sampai di Puskesmas, ditolak. Alasan Puskesmas Irman sudah masuk dalam Jamsostek di pabrik tempat saya kerja," tandasnya.

Kadis Kesehatan Kabupaten Tangerang, Naniek Isnaeni menjelaskan, pihaknya akan melihat dulu bagaimana kondisi Irman.
Kalau memang Irman sudah masuk dalam Jamsostek, pihaknya akan melakukan kroscek dulu.
" Kira-kira, apa saja yang bisa dicover oleh Jamsostek. Baru kita bisa ngambil langkah-langkah," pungkas Naniek. (MOE)

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

HIBURAN
Wilsen Willim Hadirkan Koleksi Busana Imlek 2026 Timeless di Pendopo Alam Sutera, Cocok Digunakan Harian

Wilsen Willim Hadirkan Koleksi Busana Imlek 2026 Timeless di Pendopo Alam Sutera, Cocok Digunakan Harian

Minggu, 8 Februari 2026 | 20:20

Menyambut Tahun Baru Imlek 2026, dunia fesyen tanah air kembali diramaikan dengan gebrakan inovatif yang memadukan tradisi dan gaya hidup modern.

OPINI
Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:24

Alih-alih memberantas prostitusi dan peredaran miras, negara justru berposisi sebagai pengatur lokasi dan tata kelolanya. Maksiat tidak dihapus, hanya dipindahkan dan dilegalkan secara administratif.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill