Connect With Us

Ormas Razia Miras dan Segel Lokalisasi di Sepatan

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 18 Maret 2014 | 21:17

Ormas saat melakukan razia Miras dan Lokalisasi (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)


TANGERANGNEWS.com-Organisasi massa dengan kawalan ketat dari pihak kepolisian melakukan razia miras. Tak hanya merazia, mereka juga melakukan penyegelan terhadap rumah kontrakan yang diduga menjadi tempat prostitusi.

Razia miras dan prostitusi tersebut berjalan dramatis di wilayah Kecamatan Sepatan Timur, Selasa (18/3/2014). Tokoh masyarakat dan Ormas meggeruduk tempat transaksi prostitusi dan penjual Miras di wilayah Tangerang bagian Utara tersebut.

Tokoh Masyarakat Sepatan Timur Baysarudin mengatakan, aktivitas penjualan miras dan protistusi di wilayah tersebut sudah berjalan puluhan tahun. 

"Karenanya kami resah, kami desak dan ajak sekalian masyarakat, aparat Polsek dan Camat untuk melakukan penyegelan terhadap rumah kontrakan yang menjadi ladang paraktek haram," imbuhnya.

Menurut Baysarudin, pihaknya akan melakukan penyisiran terhadap beroperasinya praktek yang menjadi penyakit di wilayah tersebut. "Kalau dibiarkan Sepatan Timur akan menjadi lokalisasi, dan ini tak boleh terjadi," katanya.

Pantauan dilokasi, dalam aksi penyegelan tersebut, meskipun dikawal ketat pihak kepolisian. Sedikitnya tujuh titik tempat penjualan Miras  dan prostitusi disegel paksa.

"Kami takkan melakukan tindakan anarkis, jika pemilik kontrakan mau komunikatif," katanya.

Sementara, Sri Dewi ,23., warga Sepatan Timur menuturkan kegiatan protistusi berkedok berjualan minuman ini memang sudah sangat meresahkan warga.

"Adanya tempat maksiat tersebut, membuat suami kami  jarang pulang dan memberi nafkah," katanya.

Sri mengaku mendukung aksi penyegelan dan razia yang dilakukan masyarakat Sepatan Timur. "Jelas sangat mendukung, agar suami betah dirumah," tutupnya. 

KAB. TANGERANG
Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:46

Seorang siswi SMK berusia 16 tahun asal Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) yang dilaporkan kabur ke apartemen kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, diduga korban kekerasan seksual warga negara China.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

TANGSEL
Warga Serpong Lagoon Muntaber Massal, Hasil Lab: WTP Tercemar Bakteri E. coli Lebihi Ambang Batas

Warga Serpong Lagoon Muntaber Massal, Hasil Lab: WTP Tercemar Bakteri E. coli Lebihi Ambang Batas

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:46

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil langkah tegas menyusul merebaknya kasus gangguan pencernaan dan muntaber yang menimpa warga Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill