Connect With Us

Warga Curug Terserang Penyakit Kawasaki

| Rabu, 9 Desember 2009 | 17:53

Repro seorang pasien penderita penyakit Kawasaki. (tangerangnews / tangerangnews/dira)

 
TANGERANGNEWS-Indah Suraya Rizqi Rambe seorang bocah wanita yang masih berusia 3,5 tahun warga Kampung Kadu Jaya, RT 03/05 Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang terserang penyakit kawasaki.   Penyakit kawasaki adalah penyakit yang ditemukan pertama kali di Jepang. Umumnya pada ras Mongol seperti Cina, Jepang dan Korea, kini di Indonesia penyakit ini mulai muncul.
 
Warga Tangerang ini,  kini sudah sembuh dan diperbolehkan pulang  setelah di rawat di RS Omni Internasional Alam Sutera, Serpong, Kota Tangerang Selatan sejak 4 Desember-8 Desember 2009. Menurut orangtua Indah, yang memiliki nama Suryati,28, anaknya mengalami demam sejak tanggal 27 November 2009. Ketika itu, dirinya bersama suami mengira Indah terserang penyakit tampak.
 
Sebab, kata dia, di tubuh indah muncul bercak merah yang menyerupai gejala tampak. Kemudian Indah dibawa ke klinik terdekat, lalu disangka terserang radang tenggorokan karena tenggorokannya merah dan bibirnya pecah-pecah. “Kemudian karena tidak sembuh, saya membawa kembali ke dokter klinik itu. Kemudian dokter itu menyarankan agar Indah dirawat di RS,” kata dia kepada TangerangNews.com sore ini.
 
Indah pun akhirnya dilarikan ke RS Annisa, Tangerang sebelum akhirnya dirujuk ke RS Harapan Kita di Jakarta. Sesampai di sana, pihak RS Harapan Kita mendiagnosis Indah terserang penyakit Kawasaki dan harus dirujug ke RS Omni Internasional. “Di sana anak saya sembuh, setelah di rawat 4-8 Desember,” tuturnya.  Kini Indah, menurut Suryati sudah mau makan seperti biasa.
 
Sementara itu, menurut Community,  Promotion Communication RS Omni Internasional Ogi Kwe. Penyakit kawasaki adalah penyakit yang patut diwaspadai sama halnya seperti flu burung dan flu babi.  Gejalanya, kata dia, mirip penyakit lupus. Yang paling khas adalah bibirnya pecah-pecah, berwarna merah, mata merah, kelenjar getah beningnya bengkak seperti gondongan, kulitnya merah dan terkelupas.”Tetapi penyakit ini tidak menular,” katanya.
 
Biasanya, penyakit ini menyerang anak balita. Jika sudah sampai menyerang ke jantung, dapat menyebabkan kematian.  “Karena memang yang diserang dari penyakit ini adalah jantung,”jelasnya. Tercatat di RS Omni Internasional sejak 2008 hingga 2009 ini sudah ada 100-an orang terserang, tetapi baru kali ini menyerang warga Tangerang. dari 100-an pasien itu, sejauh ini yang di rawat di RS Omni Internasional belum ada yang meninggal. (dira)
 

 

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

BISNIS
Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 | 14:20

Penggunaan pembayaran digital di Provinsi Banten terus melonjak sepanjang awal 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai lebih dari Rp34 triliun.

TANGSEL
Belum Ada Temuan Hantavirus di Tangsel, Warga Diimbau Hindari Kontak dengan Tikus

Belum Ada Temuan Hantavirus di Tangsel, Warga Diimbau Hindari Kontak dengan Tikus

Jumat, 15 Mei 2026 | 14:06

Warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diminta waspada terhadap risiko terpapar penyakit Hantavirus.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill