Connect With Us

Aktivis Dampingi 9 Korban Kekerasan Seksual di Tangerang

Mohamad Romli | Rabu, 3 Mei 2017 | 20:00

Ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak. (National Geographic Indonesia / National Geographic Indonesia)

TANGERANGNEWS.com-Sembikan anak perempuan yang menjadi korban tindakan kekerasan seksual di RW 07, Kelurahan Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua mendapatkan pendampingan psikologi. Hal itu dilakukan oleh Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Tangerang.

Nadlirotun, Sekretaris P2TP2A Kabupaten Tangerang mengatakan, pihaknya melakukan pendampingan psikologi terhadap anak-anak yang menjadi korban tindakan kekerasan seksual yang dilakukan tersangka K tersebut.

"Besok (Kamis), kami akan melakukan trauma healing untuk 9 anak tersebut di sekretariat P2TP2A Kabupaten Tangerang," Rabu (03/4/2017).

Nadlirotun  mengatakan, trauma healing tersebut akan dilakukan oleh psikiater anak dari universitas yang bekerjasama dengan P2TP2A Kabupaten Tangerang.

Pihaknya akan mendampingi anak yang menjadi korban kekerasan seksual tersebut, sampai kondisi psikologinya benar-benar pulih pasca terjadinya tindakan kekerasan seksual yang menimpa mereka.

SPORT
Persita Tumbang di Kediri, Persik Menang Tipis 1-0 Lewat Gol Jon Toral

Persita Tumbang di Kediri, Persik Menang Tipis 1-0 Lewat Gol Jon Toral

Senin, 20 April 2026 | 08:05

Kekalahan kembali dialami Persita Tangerang saat bertandang ke markas Persik Kediri dalam lanjutan pekan ke-28 Super League 2025/2026, Minggu, 19 April 2026, sore WIB.

BANTEN
Pemprov Banten Kucurkan Rp4,8 Miliar Perbaiki Jalan Desa di Pandeglang

Pemprov Banten Kucurkan Rp4,8 Miliar Perbaiki Jalan Desa di Pandeglang

Senin, 20 April 2026 | 20:47

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan kembali memperbaiki jalan desa di wilayahnya melalui program Banten Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).

OPINI
Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Senin, 20 April 2026 | 19:56

-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill