Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals
Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekejaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memberikan bantuan pembangunan infrastruktur air bersih kepada PDAM Tirta Kerta Raharaja (TKR) untuk wilayah utara Tangerang.
Direktur Utama PDAM TKR Rusdy Machmud mengatakan, bantuan tersebut mampu meningkatkan kapasitas layanan hingga 500 liter per detik dengan dibangunnya titik pengambilan air dari Cisadane dan pipanisasi sampai Bojong Renged, Kecamatan Teluknaga.
“Bantuan tersebut akan dibagi dalam dua tahap, pada tahun 2017 ini, akan direalisasikan untuk 200 liter per detik, sementara sisanya akan dikerjakan pada tahun 2018 mendatang. Pembangunannyaa akan dimulai Bulan Agustus. Tahun depannya akan ditambah 300 liter per detik," ujarnya, Jumat (21/7/2017).
Bantuan tersebut dijelaskan Rusdy melalui mekanisme hibah, semua proses pekerjaan tersebut dilakukan oleh Kementrian PUPR. "Nanti kami hanya menerima setelah proses pekerjaan tersebut selesai," tambahnya.
Selain itu, pihak PDAM TKR juga sudah mengusulkan ke Pemerintah Pusat untuk peningkatan kapasitas pelayanan air bersih di Kecamatan Mauk, Rajeg, Kronjo dan Kresek. Dengan dibangunanya jaringan instalasi baru tersebut, pelayanan air bersih di wilayah utara Tangerang semakin meningkat.
"Target dalam RPJMD adalah 40 persen masyarakat Kabupaten Tangerang harus terlayani di 2018," tandasnya.(RAZ)
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TODAY TAGRatusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Sebanyak 200 pedagang di Pasar Tradisional Kronjo, Kabupaten Tangerang mengalami gulung tikar buntut proyek revitalisasi yang mangkrak.
Perdebatan mengenai pajak pembalut sesungguhnya bukan sekadar persoalan berapa rupiah yang harus dibayarkan perempuan ketika membeli kebutuhan menstruasi. Di balik transaksi kecil di pasar dan toko kelontong itu tersimpan persoalan besar
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews