Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Harga garam di Pasar Ciung, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang tengah merangkak naik hingga tiga kali lipat dari harga biasanya, karena stok yang mulai langka. Hal ini pun dikeluhkan para pedagang.
"Kenaikan harga sih mulai dari pas puasa, tapi habis lebaran harganya terus naik karena enggak ada yang suplai," ujar Yuli, pedagang di pasar tersebut, Selasa (25/7/2017).
Yuli mencontohkan harga garam yang biasa dijual dengan harga Rp500 per bungkus, kini dijual dengan harga Rp1500 perbungkus. "Bahkan ada yang jual Rp2000 per bungkusnya," tambahnya.
Selain garam beryodium yang dikemas dengan berat satu ons, Yuli juga biasa menjual garam batangan yang berisi 12 buah perbungkusnya. Namun stok jenis garam tersebut pun saat ini sedang kosong. "Kalau pun ada, saat ini dijual Rp10.000 per bungkus, biasanya dijual Rp3000 per bungkus," jelasnya.
Namun meski terjadi kenaikan harga, menurut Yuli belum ada konsumen yang mengeluh. Ia juga belum mengetahui penyebab terhentinya pasokan garam dari supplier.
Mimin pedagang lainnya mengatakan, biasanya dalam sebulan, ada suplayer garam yang datang ke pasar tersebut. Namun pasca lebaran ini, belum ada pasokan lagi. "Biasanya dalam sebulan ada dua kali suplai, tapi sampe sekarang belum ada suplai lagi," ujarnya.(RAZ)
TODAY TAGPotensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hampton Square @ Paramount Gading Serpong menyiapkan rangkaian acara bertajuk One Year in Motion untuk memperingati ulang tahun pertamanya.
Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis solar berdampak langsung pada operasional pengangkutan sampah di Kabupaten Tangerang.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews