Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan
Senin, 27 April 2026 | 07:36
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TANGERANGNEWS.com-Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Merdeka Km 63, Kampung Cilongok, RT 04/01, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Rabu (26/7/2017) malam. Korban, Anis Afifah, 28, terjatuh dari sepeda motornya hingga luka-luka.
Kapolsek Pasar Kemis, Kompol Kosasih mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi B-6241-GRY yang dikendarai Anis, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Bunder, Cikupa.
"Kondisi jalan di lokasi cor-corannya agak tinggi, diduga korban terhentak dan tidak bisa menguasai laju kendaraannya dan akhirnya terjatuh," ujar Kompol Kosasih, Kamis (27/7/2017).
Korban yang merupakan warga Desa Kauman, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan mengalami luka cukup parah dibagian kepala dan pipi, bahkan dari telinga kanan korban mengeluarkan darah.
Korban kemudian dilarikan ke klinik Cilongok untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun karena kondisi luka yang cukup parah, korban kemudian dirujuk ke RS Arya Medika. Oleh RS tersebut korban kembali dirujuk ke RSUD Kabupaten Tangerang.
"Sepeda motor korban mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan, saat ini motor tersebut diamankan di Mapolsek Pasar Kemis," tambahnya.(RAZ)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TODAY TAGPlatform gim sandbox Roblox menerapkan sistem verifikasi usia bagi penggunanya di Indonesia. Hal ini lantaran menyesuaikan dengan PP Nomor 17 Tahun 2025 yang mengatur tata kelola sistem elektronik dalam pelindungan anak.
Kualitas udara di Tangerang Selatan (Tangsel) dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian setelah kondisi langit yang terlihat berkabut.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews