Pemkab Tangerang Bakal Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 29 Kecamatan
Rabu, 17 Juni 2026 | 16:54
Pemerintah Kabupaten (Tangerang) berencana mengadakan nonton bareng (Nobar) FIFA World Cup 2026 di 29 Kecamatan yang berada di wilayah tersebut.
TANGERANGNEWS.com-Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Wartawan Provinsi Banten (Porwaban) yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 April 2018 mendatang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang, gencar melakukan latihan sejumlah cabang olahraga diantarnya futsal.
Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Kabupaten Tangerang, Mas Deden Budiman mengungkapkan, untuk memaksimalkan para pemain yang akan ikut pertandingan, pihaknya gencar menggelar pertandingan persahabatan dengan sejumlah intansi, baik pemerintahan maupun Kepolisian.
Selain untuk melatih fisik, lanjut Deden, latihan dengan pertandingan persahabatan juga untuk menjalin silaturahmi.
"Kegitan ini, merupakan salah satu persiapan menjelang Porwaban, kami juga sengaja mengadakan pertandingan persahabatan untuk menjalin silaturahmi dengan sejumlah intansi yang ada di Kabupaten Tangerang," kata Deden usai latihan di lapangan futsal Pink di Kelurahan Kadu, Kecamatan Tigaraksa, Rabu (18/4/18).
Ia menjelaskan, untuk mengikuti porwaban 2018, PWI Kabupaten Tangerang akan mengikuti sejumlah cabang olahraga diantaranya, futsal dan bulutangkis.
"Atletnya adalah anggota PWI, dan ada dua cabang olahraga yang akan diikuti oleh PWI Kabupaten Tangerang, yakni futsal dan bulutangkis," jelasnya.
Ketua PWI Kabupaten Tangerang, Sangki Wahyudin berharap, seluruh anggota PWI Kabupaten Tangerang, mendukung dan berpartisipasi demi suksesnya porwaban.
"Porwaban ini, adalah jenjang untuk menuju Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) pada 2019 mendatang, jadi saya harap seluruh anggota ikut mendukung kegiatan tersebut," pungkasnya.(RAZ/HRU)
Pemerintah Kabupaten (Tangerang) berencana mengadakan nonton bareng (Nobar) FIFA World Cup 2026 di 29 Kecamatan yang berada di wilayah tersebut.
TODAY TAGPengembangan kawasan hunian Paramount Petals memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun dipasarkan, pengembang mulai menyerahkan kunci rumah kepada para pembeli di Klaster Lily.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews