Connect With Us

Home Industri Petasan di Balaraja Tangerang Digerebek Polisi

Mohamad Romli | Senin, 7 Mei 2018 | 17:00

Polresta Tangerang menggerebek industri rumahan (home industri) petasan dan mengamankan banyak petasan dan alat untuk membuat petasan di Kampung Saga, Desa Saga, Kecamatan Balaraja, Senin (7/5/2018). (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Sekitar 25 personel Polresta Tangerang menggerebek industri rumahan (home industri) petasan di Kampung Saga, Desa Saga, Kecamatan Balaraja, Senin (7/5/2018).

Penggerebekan yang dipimpin Kasat Sabhara Polresta Tangerang Kompol Hery Fitriyono itu berhasil mengamankan bahan petasan berupa 15 kilogram potasium nitrat (KNO3), tiga kilo belerang dan dua sak areng.

Kepada TangerangNews.com, Kompol Heri mengatakan, penggerebekan tersebut berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat kepada  Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif bahwa dilokasi tersebut terdapat beberapa produsen kecil petasan.

"Atas laporan itu, Kapolres memerintahkan  Para Kasat dan Kapolsek beserta jajaran di wikayah hukum Polresta Tangerang untuk  menindak lajuti laporan tersebut," ujarnya.



Hasilnya, laporan tersebut membuahkan hasil. Di lokasi tersebut, petugas mendapatkan beberapa warga yang memproduksi petasan dalam skala kecil.

"Setelah kami kembangkan, ternyata mereka yang memproduksi petasan dalam skala kecil mendapatkan bahan-bahannya dari rumah yang kami gerebek tersebut," ujarnya melalui sambungan telepon seluler.

Rumah yang dijadikan tempat pembuatan petasan tersebut pun lokasinya persis bersebelahan dengan salah satu sekolah, sehingga jika terjadi kecelakaan misalnya ledakan potasium, dampaknya membahayakan lingkungan sekitar.

"Bayangkan, jika 15 kilogram potasium itu meledak, maka lingkungan setempat, salah satunya sekolah pun bisa terdampak," tambahnya.



Selain mengamankan bahan peledak, petugas juga mengamankan ribuan butir petasan siap edar dalam berbagai bentuk.

"Kami juga mengamankan dua orang pemilik home industri tersebut berinisial AS, 45 dan ST, 39 ke Mapolresta Tangerang," jelasnya.



Petasan menjadi komoditas yang kerap diproduksi dalam jumlah banyak menjelang bulan Ramadan. Tradisi ini berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu. Namun, mengingat dampak yang ditimbulkan berbahaya bagi keamanan dan keselamatan, petugas pun melarang produksi dan peredaran bahan yang mudah meledak tersebut.

"Atas perintah Kapolres, kami akan terus melakukan penyisiran wilayah yang memproduksi petasan, sehingga tidak ada lagi petasan yang beredar di wilayah hukum Polresta Tangerang," tukasnya.(DBI/RGI)

OPINI
Balita Terserang ISPA, Kemana Peran Negara?

Balita Terserang ISPA, Kemana Peran Negara?

Jumat, 6 November 2026 | 16:22

Empat bulan lebih karhutla melanda hutan Indonesia. Titik api pun tidak kunjung hilang walau pejuang damkar terus berupaya padamkan bara. Tidak sedikit api menyambar rumah warga, hingga mengungsi ke wilayah amhan walau harus kehilangan hunian mereka.

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

BANTEN
Nyeri Lutut dan Panggul Jangan Dianggap Biasa, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Sendi

Nyeri Lutut dan Panggul Jangan Dianggap Biasa, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Sendi

Jumat, 6 November 2026 | 20:57

Nyeri lutut ketika menaiki tangga atau panggul yang terasa sakit saat berjalan kerap dianggap sebagai keluhan biasa, terutama pada orang yang mulai memasuki usia lanjut.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill