Connect With Us

Zaki-Mad Romli Basmi Korupsi dengan Sistem

Advertorial | Senin, 21 Mei 2018 | 10:00

Zaki-Ombi bertekat meningkatkan perekonomian kerakyatan di Kabupaten Tangerang. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Ahmed Zaki Iskandar-Mad Romli mentargetkan kesejahteraan masyarakat dalam lima tahun ke depan. Bagaimana cara sang pemimpin yang sampai tidak memiliki rival pada Pilkada kali ini?

“Jadi makna kalimat sejahtera untuk masyarakat Kabupaten Tangerang adalah bagaimana masyarakat bisa mendapatkan pelayanan terbaik dibidang kesehatan, pendidikan dan juga peningkatan secara perekonomian. Artinya, kedepan kami berharap seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang dapat terlayani dengan baik oleh pemerintah daerah, dalam hal ini Kabupaten Tangerang,” ujar Zaki seorang pemimpin muda yang sudah matang dalam menjalankan roda pemerintahan.

 

Program-program untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat ini banyak sekali, dan bukan serampangan. Tidak hanya persoalan bedah rumah, bedah lingkungan, dan bedah kawasan saja. Tetapi juga meliputi peningkatan perekonomian masyarakat melalui koperasi dan UMKM.




“Seperti halnya di bindang pertanian, kami memiliki intensifikasi produk-produk pertanian. Untuk para nelayan ada program pembangunan penataan Kawasan kampung nelayan, termasuk pembangunan tempat pelelangan ikan (TPI) dan tempat mendaratkan ikannya,” ujar Zaki.

 

Kemudian untuk buruh juga sama. “Kami memiliki program terutama masalah tempat tinggal,” ujarnya.  Kesejahteraaan untuk masyarakat luas adalah bagaimana mereka memperoleh Pendidikan secara gratis dari SD dan SMP.

Pun jalur Pendidikan lainnya, baik yang formal maupun non formal. Seperti pondok pesantren yang tidak akan tertinggal oleh good modernisasi.  Kemudian akses pelayanan kesehatan yang juga gratis. “Mudah-mudahan bukan hanya murah,” terangnya.

Pelayanan public yang berbasis e-government itu salah satu yang dilakukan untuk membangun transparansi dan keterbukaan kepada public. “Serta pemberantasan korupsi yang sistematis,” ujarnya. Zaki menyatakan, dia dan Mad Romli tidak hanya menciptakan program-program pelayanan public yang melalui e-government, seperti e-musrenbang, juga lelang yang terbka secara online. “Monef juga APBD kami terbuka,” ujarnya.

 

Jika bicara sistematis, ini merupakan upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM). “Pegawai negeri menjadi bagus sumber daya-nya,” terangnya. Ditambah lagi dengan konsolidasi dengan pihak Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) berupa program-program Pendidikan dan pelatihan serta pencegahan korupsi.

 


“Saya percaya bahwa dengan sistem pemerintahan yang jelas, tegas, ketat dan terbuka bagi publik dapat mengurangi upaya korupsi maupun upaya manipulasi yang dapat merugikan masyarakat. Kami juga sudah pagari agar PNS tidak terlibat dalam politik praktis,” tuntasnya.(ADV)

 


OPINI
Ironi BPJS PBI: Melayani Setengah Hati

Ironi BPJS PBI: Melayani Setengah Hati

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:49

Bayangkan! Kita sedang menunggu antrian panjang untuk berobat, tetapi begitu sampai di meja pendaftaran, petugas pendaftaran mengatakan bahwa kartu BPJS PBI kita sudah tidak aktif, sehingga tidak bisa digunakan lagi.

BANDARA
Penumpang Libur Imlek 2026 di Bandara Soetta Diproyeksikan Capai 1,7 Juta

Penumpang Libur Imlek 2026 di Bandara Soetta Diproyeksikan Capai 1,7 Juta

Kamis, 12 Februari 2026 | 21:31

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta memproyeksikan adanya peningkatan pergerakan penumpang dan pesawat pada periode libur Tahun Baru Imlek 2026

SPORT
Nasib Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2026 di Ujung Tanduk

Nasib Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2026 di Ujung Tanduk

Kamis, 12 Februari 2026 | 12:55

Timnas Indonesia U-23 dari Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, diisukan absen. Pasalnya, hanya tim peserta Piala Asia U-23 2026 yang berhak tampil di ajang multi-event terbesar se-Asia itu

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill