Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Kemacetan parah terjadi di ruas Jalan Raya Serang, Balaraja, Sabtu (2/6/2018).
Kemacetan mengular hingga beberapa kilometer baik arah ke Serang maupun ke Balaraja.
Kemacetan tersebut dipicu oleh pekerjaan pengaspalan jalan di jembatan di kilometer 24.
Yusuf, 20, pengemudi angkutan kota kepada TangerangNews.com mengatakan, pekerjaan pengaspalan itu dilakukan sejak sekitar seminggu yang lalu.
"Pekerjaannya saat jam padat kendaraan, biasanya mulai pukul 19.00 WIB," katanya.
Karena pekerjaan itu, dititik lokasi jembatan diberlakukan sistem buka tutup dari dua arus. Sehingga terjadi penumpukan kendaraan.
"Semestinya pekerjaan seperti ini dilakukan saat arus lalu lintas sudah sepi, bukan pada jam sibuk," keluhnya.
Dampak kemacetan pun dikeluhkan pengendaran yang akan keluar gerbang tol Balaraja Barat. Mahmud, 35, pengendara yang akan keluar gerbang tol itu mengaku membutuhkan waktu sampai satu jam.
"Tadi terjebak macet sampai satu jam yang semestinya hanya butuh waktu beberapa menit," ujarnya.
Pantauan TangerangNews.com, pukul 21.00 kemacetan masih mengular baik di ruas Jalan Raya Serang, Balaraja maupun di ruas tol Tangerang-Merak exit tol Balaraja Barat. Bahkan mulai terjadi penumpukan kendaraan di tol tersebut beberapa kilometer.(RAZ/HRU)
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGOrang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel memastikan mengawal penanganan medis dan pembiayaan perawatan korban ledakan ruko di kawasan Pasar Cimanggis yang terjadi pada Rabu 14 Oktober 2026, malam.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews