Connect With Us

Sadis! Pria Penakluk Janda Tega Habisi Pasangan Gelapnya di Adiyasa Solear

Maya Sahurina | Senin, 30 Juli 2018 | 21:00

Tersangka yang berinisial HG alias Roy, 33. yang berhasil diamankan pihak kepolisian. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Sungguh sadis perbuatan HG alias Roy, 33. Ia menghabisi nyawa Neneng Nurmaya, 35, di sebuah rumah yang mereka kontrak di Perumahan Taman Adiyasa, Blok J, Desa Cikasungka, Kecamatan Solear, Tangerang.

Pembunuhan itu diduga dipicu karena antara pelaku dan korban sering terjadi pertengkaran karena persoalan ekonomi.

Roy yang tak memiliki pekerjaan tetap namun memiliki kebiasaan buruk mengkonsumsi minuman beralkohol.

Untuk menghidupi dirinya, Roy pun menggunakan modus mendekati janda yang memiliki pekerjaan, salah satunya  Neneng Nurmaya. Namun korban yang tercatat sebagai  warga Kampung Panunggulan, Desa Mekarbaru, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang itu menghembuskan nafas terakhirnya ditangan lelaki yang dicintainya.

Dituturkan Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Wiwin Setiawan, sebenarnya antara pelaku dengan korban tidak memiliki ikatan sah pernikahan. Mereka mengontrak sebuah rumah dan telah sekitar sebulan hidup Bersama.

“Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi 12 Mei 2018. Antara korban dengan pelaku sudah hidup Bersama tanpa ikatan pernikahan dan tanpa sepengetahuan keluarganya,” ungkap Wiwin, Senin (30/7/2018).

Meski pun berstatus kumpul kebo, lanjut Wiwin, baik pelaku maupun korban masing-masing membawa satu anak. Anak pelaku yang berjenis kelamin laki-laki berusia 11 tahun sedangkan anak korban berjenis kelamin perempuan berusia 13 tahun.

Selama sebulan itu, antara korban dan pelaku sering terjadi pertengkaran. Menurut Wiwin, hal itu yang membuat pelaku memiliki niat menghabisi nyawa korban. Pada malam peristiwa pembunuhan itu terjadi pun, ujar Wiwin, korban dan pelaku terlibat pertengkaran hebat hingga pelaku menganiaya korban sampai tewas.

“Saat pagi hari, anak korban yang mencoba membangunkan ibunya yang dikira masih tertidur. Lama tidak terbangun, anak korban menyadari ibunya telah meninggal dan tetangga pun berdatangan. Sementara itu, pelaku sudah melarikan diri membawa serta anaknya,” papar Wiwin.

Keluarga korban merasa kematian itu janggal, kemudian membuat laporan ke Polres Kota Tangerang. Mendapat laporan, polisi pun memastikan jika korban tewas karena dianiya.

“Leher korban patah, ada bekas penganiayaan di beberapa bagian tubuh korban,” jelasnya.

Selanjutnya, berdasarkan ciri-ciri pelaku yang diceritakan anak korban, polisi pun melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku dan berhasil mengendus keberadaan pelaku di daerah Pandeglang, Banten.

“Kemarin pelaku berhasil kami tangkap di Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang,” tukas Wiwin.(MRI/RGI)

NASIONAL
Sering Susah Tidur dan Sulit Fokus, Seraphim Buka Pusat Kesehatan Otak dan Tidur

Sering Susah Tidur dan Sulit Fokus, Seraphim Buka Pusat Kesehatan Otak dan Tidur

Rabu, 30 September 2026 | 16:20

Sulit tidur, bangun dalam kondisi tetap lelah, sulit berkonsentrasi hingga sering lupa menjadi keluhan yang kerap muncul di tengah gaya hidup masyarakat urban

TEKNO
Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Jumat, 25 September 2026 | 21:19

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026

BISNIS
Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Kamis, 1 Oktober 2026 | 20:07

Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill