Connect With Us

Sekolah di Tangerang Harus Menyenangkan

Maya Sahurina | Selasa, 5 Maret 2019 | 22:02

Tampak Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang, Fahrudin saat memberikan sambutan dalam kegiatan sosialisasi Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) di Gedung Serba Guna, Selasa (5/3/2019). (TangerangNews/2019 / Maya Sahurina)

TANGERANGNEWS.com-Dunia pendidikan harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman serta tuntutan kebutuhan siswa. Salah satunya harus menjadi ruang menyenangkan bagi peserta didik.

Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) pun diyakini menjadi salah satu alternatif untuk mewujudkan harapan tersebut. Sebuah gerakan yang dipelopori oleh Muhammad Nur Rizal itu kini mulai digaungkan di Kabupaten Tangerang.

"Di Dindik (Dinas Pendidikan) Kabupaten Tangerang tim pengembang GSM sedang bekerja. Karena target untuk 2019 ini ada 70 sekolah yang menjadi pilot projek dari GSM. 70 itu ada 20 SMP Negeri dan 50 SD Negeri yang ada di Kabupaten Tangerang,” ujar Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang, Fahrudin usai kegiatan sosialisasi Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) di Gedung Serba Guna, Selasa (5/3/2019).

Diketahui, kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan tenaga pendidik non PNS yang tergabung dalam Pena Ungu Kabupaten Tangerang.

Lanjut Fahrudin, GSM memiliki konsep yaitu pendidikan dan pengembangan karakter pelajar dengan tujuan akhir adalah pelajar di Kabupaten Tangerang merasa senang berada di sekolah. Hal itu didasari oleh pengamatan dan analisa pihaknya dan Pemkab Tangerang untuk mengubah kebiasaan dan pemikiran pelajar terhadap sekolah yang terkesan seram serta menakutkan.

“Paradigma itulah yang kita balik, bahwa ternyata sekolah itu adalah rumah kedua dan guru selaku orang tua kedua bagi para pelajar. Jadi mereka tidak ada bedanya antara di rumah dan di sekolah. Jadi kita membangun semangat bagaiamana pelajar itu merindukan sekolah,” katanya.

Fahrudin menambahkan, dengan sosialisasi kepada guru non PNS itu diharapkan gerakan itu tidak hanya sekedar bergaung dikalangan tenaga pendidik berstatus PNS, namun juga tenaga pendidik honorer.

Ia juga menyebut ada delapan indikator yang ditetapkan pihaknya. Salah satunya adalah membangun para pelajar di Kabupaten Tangerang yang gemilang.

“Itu semacam kerangka dasar kami dalam lima tahun ini memposisikan pendidikan di Kabupaten Tangerang dengan prinsip delapan indikator itu. Kami yakin juga dengan anak di sekolah prestasi dapat tercapai dan tidak ada pemaksaan lagi serta intimidasi bahwa mereka harus belajar," tutupnya.

Sementara Ketua Pena Ungu Kabupaten Tangerang, Akhmad Dimyati mengatakan, sebagai komunitas yang menampung 8.000 lebih guru non PNS di Kabupaten Tangerang, pihaknya ingin turut berkontribusi dalam program unggulan Bupati Tangerang yakni GSM di seluruh sekolah baik SD Negeri maupun SMP Negeri.

“Program unggulan Bupati Tangerang sampai saat ini baru tersosialisasikan hanya sebatas guru berstatus PNS, dan hari ini sebanyak 300 guru dari Kategori 2 (K2) dan non K2 atau non PNS mengikuit sosialisasi GSM,” ungkapnya.(RAZ/HRU)

KAB. TANGERANG
Pemkab Tangerang Bakal Kurangi Proyek Infrastruktur Imbas Kenaikan BBM

Pemkab Tangerang Bakal Kurangi Proyek Infrastruktur Imbas Kenaikan BBM

Selasa, 16 Juni 2026 | 18:38

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bakal mengurangi volume pembangunan infrastruktur di wilayahnya imbas kenaikan harga pada sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi.

PROPERTI
The Floritz Gallery Jadi Peluang Bisnis Menjanjikan di Asthara Skyfront City

The Floritz Gallery Jadi Peluang Bisnis Menjanjikan di Asthara Skyfront City

Kamis, 11 Juni 2026 | 19:47

Asthara Skyfront City membuka peluang bisnis baru bagi investor dan pelaku usaha melalui peluncuran The Floritz Gallery.

AYO! TANGERANG CERDAS
PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:45

Sejumlah orang tua dan calon peserta didik di Kota Tangerang masih mengeluhkan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang belum diterima melalui WhatsApp.

OPINI
Pertamax Naik, Rakyat Kecil Ikut Tercekik

Pertamax Naik, Rakyat Kecil Ikut Tercekik

Senin, 15 Juni 2026 | 20:21

Kenaikan harga BBM jenis Pertamax seolah diposisikan sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada rakyat kecil karena harga BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan. Sekilas, kebijakan ini tampak tidak membebani masyarakat berpenghasilan rendah.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill