Hunian Berdesain Jepang di BSD Jadi Incaran Generasi Muda, Terjual 90% dalam Sebulan
Selasa, 9 Juni 2026 | 16:06
Tren pasar properti nasional di tahun 2026 masih didominasi oleh tingginya minat masyarakat terhadap hunian tapak (landed house).
TANGERANGNEWS.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tangerang menggencarkan koordinasi dengan TNI-Polri. Koordinasi tersebut ditujukan untuk memetakan titik-titik kerawanan, serta mengantisipasi kericuhan dalam penyelenggaraan Pemilu 2019.
Ketua KPU Kabupaten Tangerang, M Ali Zaenal Abidin menjelaskan, TNI-Polri dipastikan turut melakukan pengawalan terhadap penyelenggaraan Pemilu nanti, maka dari itu pihaknya saat ini sedang disibukan berkoordinasi dengan pimpinan Kodim 05/010 Tigaraksa dan Polresta Tangerang.
“Yang jelas TNI-Polri pasti ikut mengamankan Pemilu ini, karena mulai dari tahapan awal sampai saat ini mereka stanby. Personel yang dikerahkan untuk mengamankan nanti, saya kurang begitu hafal, tetapi akan ada di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS),” jelasnya, Rabu (13/3/2019)
Ali mengatakan, pihaknya baru berkoordinasi saja dan belum melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) antara KPU dan TNI-Polri. Namun kata dia, sebelumnya KPU telah melakukan Rakor dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dalam koordinasi pengamanan Pemilu.
“Untuk menjelang Pemilu ini kita belum rakor, tetapi diawal-awal kita pernah rakor dengan Pemkab Tangerang, dan koordinas kita tetap lakukan dengan TNI-Polri untuk hal apapun,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif mengungkapkan, instansi kepolisian siap mengamankan Pemilu 2019 dan saat ini sebanyak 100 personel dikerahkan hanya untuk berjaga di kantor KPU Kabupaten Tangerang.
“Mulai hari ini kita pastikan keamanan kantor KPU betul-betul harus kita jaga dan kedua kita koordinasi dengan penyelenggara pemilu lainnya, untuk sama-sama pengamanan ini menjadi tanggungjawab kita,” ungkapnya.
Sabilul menambahkan, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi-sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan peredaran berita atau informasi hoaks. Selain itu, kata dia, pihaknya juga melakukan langkah-langkah persuasif terkait penanganan hal tersebut.
“Nah upaya yang kita lakukan itu adalah dengan langkah persuasif, pertama kita ingatkan melalui anak buah kita saat ini seluruhnya sudah melakukan cyberpatron. Saya, kita juga sebagai media dan bagian dari masyarakat untuk ikut menjadi cyberpatron, artinya kalau ada informasi-informasi hoaks, laporkan kepada kita,” tutupnya.(MRI/RGI)
TODAY TAGTren pasar properti nasional di tahun 2026 masih didominasi oleh tingginya minat masyarakat terhadap hunian tapak (landed house).
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI), Taruna Ikrar mengungkapkan ada sebanyak 263.000 link penjualan kosmetik ilegal yang telah beredar di seluruh wilayah Indonesia.
Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews