Dekati Kawasan Hunian, COURTS Buka Gerai One-Stop Shopping di Bintaro Xchange
Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:40
Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.
TANGERANGNEWS.com-Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mendampingi Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menyerahkan bantuan sosial dan pangan non tunai kepada masyarakat yang masuk dalam kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH).
Acara tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Selasa (2/4/2019).

Dalam sambutannya Zaki mengatakan, program PKH sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kabupaten Tangerang.
"Kalau dari pergerakan sosial di masyarakat sangat berdampak sekali, paling penting bantuan PKH. Program ini sangat mambantu masyarakat penerima bantuan , seperti mendapatkan sertifikat untuk usaha," ungkap Zaki.
Zaki juga berharap, penyaluran bantuan sosial PKH dan pangan non tunai secara berkala ini dapat membantu KPM keluar dari kemiskinan. Sehingga angka kemiskinan di Kabupaten Tangerang dapat ditekan.
"Saya berharap bantuan PKH ini dapat berlanjut. Kemudian juga bantuan pangan non tunai ternyata dibelanjakan di warung milik masyarakat langsung," tambah Zaki.

Sementara Menteri Sosial Agus Gumiwang kartasasmita menjelaskan, program PKH mempunyai beberapa tahap. Dikatakannya, penyaluran bantuan sosial PKH berlangsung hingga tiga tahap yang telah dilakukan dari bulan Januari hingga bulan April 2019.
"Bantuan sosial PKH di Kabupaten Tangerang dari Januari hingga April sudah disalurkan hampir 160 Miliar. Sementara untuk tahap 2 ini sebesar Rp59 Miliar 119 juta," kata Agus.(RMI/HRU)
Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.
TODAY TAGKomisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.
Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews