Program 3 Juta Rumah Dinilai Belum Sentuh Akar Masalah Reforma Agraria
Minggu, 3 Mei 2026 | 09:13
Rencana pembangunan 3 juta rumah yang dijalankan pemerintah dinilai belum sepenuhnya menyentuh persoalan mendasar terkait reforma agraria.
TANGERANGNEWS.com-Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mendampingi Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menyerahkan bantuan sosial dan pangan non tunai kepada masyarakat yang masuk dalam kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH).
Acara tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Selasa (2/4/2019).

Dalam sambutannya Zaki mengatakan, program PKH sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kabupaten Tangerang.
"Kalau dari pergerakan sosial di masyarakat sangat berdampak sekali, paling penting bantuan PKH. Program ini sangat mambantu masyarakat penerima bantuan , seperti mendapatkan sertifikat untuk usaha," ungkap Zaki.
Zaki juga berharap, penyaluran bantuan sosial PKH dan pangan non tunai secara berkala ini dapat membantu KPM keluar dari kemiskinan. Sehingga angka kemiskinan di Kabupaten Tangerang dapat ditekan.
"Saya berharap bantuan PKH ini dapat berlanjut. Kemudian juga bantuan pangan non tunai ternyata dibelanjakan di warung milik masyarakat langsung," tambah Zaki.

Sementara Menteri Sosial Agus Gumiwang kartasasmita menjelaskan, program PKH mempunyai beberapa tahap. Dikatakannya, penyaluran bantuan sosial PKH berlangsung hingga tiga tahap yang telah dilakukan dari bulan Januari hingga bulan April 2019.
"Bantuan sosial PKH di Kabupaten Tangerang dari Januari hingga April sudah disalurkan hampir 160 Miliar. Sementara untuk tahap 2 ini sebesar Rp59 Miliar 119 juta," kata Agus.(RMI/HRU)
Rencana pembangunan 3 juta rumah yang dijalankan pemerintah dinilai belum sepenuhnya menyentuh persoalan mendasar terkait reforma agraria.
TODAY TAGGelandang Persita Tangerang asal Korea Selatan (Korsel) Bae Sin-yeong berpeluang akan segera membela Timnas Indonesia melalui proses naturalisasi.
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews