Connect With Us

Ratusan Orang Serentak Hapus Tato di Pagedangan

Maya Sahurina | Jumat, 5 Juli 2019 | 19:57

Tampak salah satu warga menghapus tatonya di kantor Kecamatan Pagedangan, Jumat (5/7/2019). (TangerangNews/2019 / Maya Sahurina)

 

TANGERANGNEWS.com-300 warga Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang serentak menghapus tato di tubuh mereka di kantor Kecamatan Pagedangan, Jumat (5/7/2019).

Mereka yang menghapus tato permanen di tubuhnya itu tidak hanya kaum adam, 15 diantaranya kaum hawa.

"Saya ingin berubah, umur sudah tua, makanya saya menghapus tato di tubuh saya. Malu sama umur," ujar Dayat Bulong, peserta dari Kecamatan Cisauk di lokasi.

Peserta lainnya berusia sekitar 17 tahun mengungkapkan alasan berbeda. Ia menghapus tato di tubuhnya karena ingin masuk pesantren.

Baca Juga :

Iis, peserta wanita yang memiliki tujuh tato di tubuhnya juga mengungkapkan alasan kenapa ia mengikuti kegiatan itu.

"Sudah dua tahun saya pasang tujuh tato di tubuh saya, sekarang saya menyesal," ucap Iis.

Untuk memastikan kondisi kesehatan peserta, panitia melakukan pengecekan darah, pemeriksaaan HIV/AIDS, hepatitis B dan C. Stamina tubuh peserta juga harus prima.

Rahmat, operator mesin tato laser dari Islamic Medical Service mengatakan, penghapusan tato tersebut menggunakan laser. Untuk tiap peserta dibutuhkan waktu sekitar 20 sampai 30 menit

"Warna tato juga mempengaruhi lamanya proses pengerjaan. Warna hitam lebih cepat. Sedangkan untuk warna kuning, merah, hijau perlu proses yang lebih lama," katanya.

Abdul Haris, ketua panitia kegiatan mengatakan, kegiatan itu digelar kerjasama Kecamatan Pagedangan dengan Komunitas Alas MX 70-80, Ciburial Adventure, TNI dan Polri. Selain penghapusan tato, digelar juga sunatan massal 100 anak.

"Untuk peserta tidak hanya dari  Pagedangan. Ada juga peserta dari Cisauk, Legok, bahkan dari Tangsel," ujarnya.(RMI/HRU)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill