3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026
Jumat, 3 Juli 2026 | 16:36
Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.
TANGERANGNEWS.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar Paripurna mendengarkan pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74, di ruang Rapat Paripurna DPRD, Jumat (16/8/2019).
Sidang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD didampingi Wakil Ketua DPRD, Wakil Bupati dan dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah dan para Anggota DPRD, serta Polresta Tangerang.
BACA JUGA:
Menurut Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Sumardi mengatakan, mendengarkan pidato Kenegaraan ini wajib dilakukan berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait dengan pedoman memperingati HUT RI ke-74. Satu diantara poin yang ada mendengarkan pidato presiden melalui rapat paripurna.

Bupati Ahmed Zaki Iskandar pun ikut mendengarkan penyampaian pemerintah pusat atas pemerintahan yang akan mendatang dan soal pemindahan ibu kota.
"Banyak sekali masukan dari Presiden. Kemudian optimisme kedepan untuk membangun republik yang kita cintai jadi lebih baik lagi. Bukan saja untuk eksektuif dan legislatif tapi juga kepada masyarakat, untuk pertumbuhan global yang dihadapi saat ini," jelasnya.
Selain itu, Zaki juga menyingung terkait rencana pemerintah pusat memindahkan ibu kota ke Pulau Kalimantan. Menurutnya hal itu jika dapat mengurangi kepadatan penduduk. "Sangat mendukung, mudah-mudahan bisa mengurangi urbanisasi di Kabupaten Tangerang," pungkasnya.(RAZ/RGI)
Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.
TODAY TAGPemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan melimpahkan kewenangan pengelolaan jalan lingkungan dan drainase ke pihak kecamatan, untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.
Pergerakan harga Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah sejumlah analis menemukan sinyal teknikal yang dinilai cukup menjanjikan.
Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews