Ada Rumah Rasa Villa Mulai Rp400 Jutaan Hanya 25 Menit dari BSD
Kamis, 21 Mei 2026 | 23:28
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten Tangerang melakukan upaya mewujudkan masyarakat yang religius melalui program Sanitasi Berbasis Pesantren (Sanitren).
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar memberikan, dalam program ini pihaknya akan memberikan bantuan berupa sarana dan prasarana yang bersih serta lengkap kepada pondok pesantren (Ponpes).
BACA JUGA:
"Ada sebanyak 150 Ponpes pada tahun 2019 yang diberikan bantuan program Sanitren," jelasnya, Rabu (23/10/2019).
Menurut Zaki tidak hanya Ponpes, namun seluruh seluruh institusi berbasis keagamaan juga bisa memberikan perubahan.

"Tapi tentu harus didukung sarana yang lengkap, agar kegiatan proses belajar dan mengajar nyaman aman, sehingga diterima oleh masyarakat maupun anak didik," ujar Zaki.
Dia mengatakan, berdasarkan pendataan Kementerian Agama Kabupaten Tangerang pesantren yang ada saat ini berjumlah 852. Di tahun 2018 telah dibangun 48 unit Sanitren.
"Sementara nanti di tahun 2020 akan dibentuk sanitren maksimal 250 unit," ujar Zaki.
Dikatakannya, selain mendapatkan sarana, Sanitren dibangun sesuai kebutuhan santri dalam beraktivitas sehari-hari.
"Kemudian untuk madrasah, bantuannya di luar dari pada program Sanitren, entah itu berupa rehab atau panambahan ruang kelas," pungkasnya.(RAZ/RGI)
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TODAY TAGUsai ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana, Nanik S. Deyang langsung membeberkan sejumlah langkah strategis ke depan.
Di tengah menjamurnya menu modern, Hotel Santika Premiere ICE BSD City menghadirkan kuliner tradisional Mangut Ikan Kakap sebagai menu spesial yang terinspirasi dari masakan khas pesisir Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Wasir atau hemoroid masih menjadi salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami masyarakat, namun banyak penderitanya memilih menunda pemeriksaan karena rasa malu dan anggapan bahwa kondisi tersebut merupakan masalah yang tabu untuk dibicarakan
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews