Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara
Selasa, 28 Juli 2026 | 16:46
Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
TANGERANGNEWS.com-Pencurian dengan modus pecah kaca mobil menimpa dua komisioner Bawaslu Kabupaten Tangerang, Rabu (23/10/2019).
Peristiwa itu terjadi di halaman sekretariat Bawaslu Kabupaten Tangerang, Jalan Raya Kutruk, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang sekitar pukul 16.20 WIB.
Dua mobil yang dibobol itu milik Muslik dan Hasanudin. Pencurian terjadi saat para komisioner tengah menggelar rapat.
"Kami tahunya saat staf keluar kantor, terus melihat kaca mobil sudah pecah. Dia langsung lari ke lantai atas memberitahukan peristiwa itu," kata Muslik kepada TangerangNews saat membuat laporan polisi di Mapolresta Tangerang.
Mendengar kabar itu, para komisioner itu pun menghentikan rapat dan langsung berhamburan ke luar kantor.
"Benar saja, ternyata mobil saya dan Pak Hasan kacanya sudah pecah," imbuhnya.
Baca Juga :
Kemudian, saat kondisi di dalam mobil diperiksa, ternyata, barang-barang keduanya pun raib.
Dalam laporan ke polisi itu, Muslik korban yang mengalami banyak kehilangan barang, diantaranya dompet yang berisi uang, serta beberapa dokumen penting. Sementara, Hasan kehilangan laptop, serta satu buah tas.
"Saat kami cek CCTV kantor, Ternyata mati. Kami tidak punya petunjuk pelaku. Aneh saja, karena kondisi jalan selalu ada yang lewat," katanya.
Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tangerang itu menempati ruko tepat di pinggir Jalan Kutruk, Tigaraksa. Kondisi sepi disekitar ruko, menjadi peluang pelaku kejahatan menjalankan aksinya tersebut.
"Sebelumnya juga pernah terjadi pencurian dua helm milik staf Bawaslu," kata Anis Darari, komisioner lain yang turut mendampingi saat membuat laporan polisi tersebut yang juga didampingi Andi Irawan.(RMI/HRU)
Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
TODAY TAGSekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews