Connect With Us

Melihat Kawasan Agropolitan Program Unggulan Tangerang Mantap

Advertorial | Kamis, 9 April 2020 | 20:40

Kabupaten Tangerang menggenjot program Tangerang Mandiri Tahan Pangan. (@TangerangNews2020 / Tangerang Mantap)

Wawancara Bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Azis Gunawan

TANGERANGNEWS.com-Hampir separuh wilayah Kabupaten Tangerang adalah wilayah pertanian.  Menurut data BPS tahun 2019, luas lahan sawah di Kabupaten Tangerang adalah 36.193 hektar. Baik lahan persawahan maupun lahan pertanian sayur. Untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil pertanian, Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana membangun kawasan agropolitan. Dengan adanya kawasan agropolitan ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak akan kehilangan produksi hasil pertanian, sebaliknya dapat meningkatkan hasil pertanian, baik kualitas maupun produktivitasnya.

Rencana membangun kawasan agropolitan ini sendiri tertuang dalam program Tangerang Mandiri Tahan Pangan (Tangerang  Mantap). Program ini  merupakan bagian dari 15 Program Unggulan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kabupaten Tangerang 2019-2023.

Program Tangerang Mantap dicanangkan untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui pengembangan subsistem ketersediaan distribusi dan konsumsi, dengan memanfaatkan sumber daya yang diwujudkan melalui peningkatan produktivitas pertanian, pemberdayaan sumber daya manusia, pertanian. Pengembangan kawasan agropolitan sendiri dengan fokus pembangunan sentra holtikultural. 

Pengembangan kawasan agropolitan ini juga menjadi salah satu solusi peningkatan perekonomian kawasan perdesaan. Pengembangan kawasan agropolitan juga akan menyelamatkan kawasan pertanian dari ancaman alih fungsi lahan yang mengancam Kabupaten Tangerang.

Tidak mudah membangun kawasan agropolitan. Diperlukan kerjasama, strategis dan perencanaan, agar pembangunan kawasan agropolitan dapat tercapai dalam beberapa tahun kedepan. Untuk mengetahui sejauh mana capaian kinerja dan persiapan sarana dan prrasarana pembangunan kawasan ini,  Abdul Munir, SP, M.Si Kepala Bidang IKP Diskominfo Kabupaten Tangerang mewawancarai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang Azis Gununawan, berikut ini petikannya.

Apa tujuan dari Program Unggulan Tangerang Mantap?

Program Tangerang Mandiri Tahan Pangan dicanangkan untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui pengembangan subsistem ketersediaan distribusi dan konsumsi, dengan memanfaatkan sumber daya yang diwujudkan melalui peningkatan produktivitas pertanian, pemberdayaan sumber daya manusia, pertanian dan pengembangan kawasan agropolitan dengan fokus pembangunan sentra holtikultural. Selain itu untuk mendukung program ini dilakukan revitalisasi pasar untuk mengembangkan pasar higieni, optimalisasi kawasan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) dan pengembangan budidaya perikanan. 

Fokus dari program ini?

Fokus Tangerang Mantap ini fokus pada pemberdayaan produktivitas pertanian. Salah satu rencana kerja ke depan adalah membuat agropolitan, yang disesuaikan dengan hasil pertanian wilayah masing-masing.

Agropolitan sendiri diartikan sebagai upaya pengembangan kawasan pertanian yang tumbuh dan berkembang karena berjalannya sistem dan usaha agribisnis, yang diharapkan dapat melayani dan mendorong kegiatan-kegiatan pembangunan pertanian (agribisnis) di wilayah sekitarnya.

Sedangkan kawasan Agropolitan dapat diartikan sebagai kumpulan kota pertanian yang tumbuh dan berkembang serta mampu memacu berkembangnya sistem dan usaha agribisnis, sehingga dapat melayani, mendorong, menarik, dan menggerakan kegiatan pembangunan pertanian (agribisnis) di wilayah sekitarnya. Areal agropolitan yang akan dibangun seluas 163 hektar. 

Dimana saja kawasan agropolitan itu akan dibangun?

Berdasarkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2P), kawasan mandiri pangan akan dibangun di sejumlah wilayah yang meliputi sembilan kecamatan dengan 70 desa.  Di kawasan inilah akan difokuskan program mandiri tahan pangan (Tangerang mantap). 

Di wilayah ini terdapat lahan agropolitan seluas 163 hektar yang terdapat di 3 kecamatan, yakni kecamatan sepatan, sepatan timur dan pakuhaji. Di kawasan agropolitan ini, kini sudah ditanami berbagai tanaman holtikultura dan sayur mayur.

Nanti siapa saja yang terlibat mengelola kawasan agropolitan?

Lahan agropolitan ini dikelola oleh sejumlah kelompok tani. Dinas Pertanian sendiri memberikan daya dukung sarana prasarana dan prasarana seperti jalan usaha tani,  kuli pator, traktor, pompa, sumur pantek dan sebagainya. 

Argopolitik dikonsentrasiakn di tiga kecamatan yakni Sepatan, Sepatan Timur dan Pakuhaji. Tiga kecamatan ini sudah memiliki aturan untuk dijadikan argopolitin. Argopolitan ini unuk menjawab bagi kebutuhan petani milienial dan memberikan peluang kerja. Agropolitan ini untuk mengajak anak-anak muda untuk menggeluti bidang pertanian. Distan (Dinas Pertanian) sendiri sudah melakukan sosialisasi kepada anak-anak muda, seperti Pramuka saka Taruna Bumi untuk bisa menggerakan anak-anak muda untuk menjadi petani modern.

Tiga kecamatan ini kita harapkan bisa menjadi pilot projek bagi kecamatan lain. Saat ini yang sedang direncanakan adalah membuat agropolitan semi pedesaan di Kronjo.

KIta juga melakukan Rumah Pangan Lestari. Kita menanam sayuran dan buah-buah bahan di halaman penduduk yang padat. 

Apa saja yang sudah dilakukan dalam menyongsong program Tangerang Mantap

Dalam Tangerang Mantap ini juga, Pemkab Tangerang akan membangun pusat holtikultura (pustura). Pustura ini merupakan sarana pendukung dari agropolitan. Pustura ini rencananya akan dibangun di bekas (gudang) Resmil. Dana untuk membuat Pustura ini dianggarkan Rp2,5 miliar.

Dalam membuat Pustura, Dinas pertanian melakukan studi banding ke ATP (Agrikultura technopark/taman agrikutur) Institut Pertanian Bogor (IPB). Dalam menjalankan Tangerang Mantap, Dinas Pertanian didampingi konsultan dari  Lembaga Penelitian Pengkajian dan Pengembangan (LP4) IPB.

Ada beberapa tahap membuat Pustura ini. Untuk tahap pertama, akan dibangun tempat pernyortiran sayur mayur. Untuk bisa mengoprasikan Pustura ini, Dinas Pertaian sedang belajar pengaturan tata niaga, mulai dari petani, pengepul hingga ke titik penyortiran. 

Selain mendisain bentuk bangunan, LP4 IPB juga mengkaji potensi-potensi pertanian serta mengkaji dan memetakan lahan pertanian dan pangan berkelanjutan. Dari sini nanti dapat ditentukan kepemilikan lahan dan siapa saja yang mengelolanya, dan pajaknya. Setelah diketahui, baru diberikan stimulan berupa pupuk dan bibit kepada petani.

 

KOTA TANGERANG
Zona Merah! Kota Tangerang Tertinggi Kasus Curat dan Curanmor

Zona Merah! Kota Tangerang Tertinggi Kasus Curat dan Curanmor

Rabu, 1 Juli 2026 | 21:12

Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 5.436 kasus kejahatan 3C (Curanmor, Curas, dan Curat) terjadi di ibu kota dan sekitarnya, sepanjang Januari–Juni 2026.

SPORT
Pemkab Tangerang Bakal Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 29 Kecamatan

Pemkab Tangerang Bakal Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 29 Kecamatan

Rabu, 17 Juni 2026 | 16:54

Pemerintah Kabupaten (Tangerang) berencana mengadakan nonton bareng (Nobar) FIFA World Cup 2026 di 29 Kecamatan yang berada di wilayah tersebut.

KAB. TANGERANG
Titik Api di Dalam Tumpukan Sampah Sebabkan Kebakaran TPA Jatiwaringin Tak Kunjung Padam 

Titik Api di Dalam Tumpukan Sampah Sebabkan Kebakaran TPA Jatiwaringin Tak Kunjung Padam 

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:16

Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, masih belum berhasil dipadamkan setelah berlangsung lebih dari 43 jam.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill