Connect With Us

Didik Warga Disiplin, Ansor Curug Bagikan Masker

Mohamad Romli | Minggu, 3 Mei 2020 | 18:55

Aksi sosial Gerakan Pemuda Ansor Curug membagikan masker kepada pengendara yang melintas di Jalan PLP Curug, Minggu (3/5/2020). (TangerangNews / Mohamad Romli)

 

TANGERANGNEWS.com-Meski telah memasuki pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid dua, namun masih ditemukan warga yang belum sadar bahaya penularan virus Corona. Hal itu terpantau saat Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Curug, melakukan aksi sosial, Minggu (3/5/2020).

Aksi sosial berupa pembagian masker untuk pengendara roda dua dan empat itu berlangsung di Jalan PLP Curug, Desa Kadu, Kecamatan Curug.

Saat aksi tersebut berlangsung, ditemukan warga yang tidak mengenakan masker saat aktivitas di luar rumah. Padahal, Pemerintah Kabupaten Tangerang, termasuk pemerintah desa setempat terus menyosialisasikan bahaya COVID-19.

Aksi sosial Gerakan Pemuda Ansor Curug membagikan masker kepada pengendara yang melintas di Jalan PLP Curug, Minggu (3/5/2020)

"Kita ketahui, Kecamatan Curug ini salah satu zona merah COVID-19, aksi ini kami lakukan karena perlu tindakan yang lebih massif agar masyarakat benar-benar mematuhi aturan PSBB," ungkap Muhammad Asdiansyah, Ketua GP Ansor Kecamatan Curug kepada TangerangNews.

Aksi sosial Gerakan Pemuda Ansor Curug membagikan masker kepada pengendara yang melintas di Jalan PLP Curug, Minggu (3/5/2020).

Asdiansyah yang juga menjabat Kepala Desa Kadu tersebut mengakui, aksi itu juga merespon keluhan warga bahwa masih banyak masyarakat yang lalu lalang di wilayahnya tanpa mengindahkan PSBB. Sehingga pihaknya hari ini langsung terjun untuk mengedukasi warga.

"Ini bentuk keprihatinan kami, sebab memang banyak keluhan warga, baik yang mengadu langsung maupun di media sosial soal ketidakdisiplinan masyarakat. Hari ini, kami sampaikan sosialisasi sekaligus membagikan masker. Semoga aksi ini menjadi titik awal kesadaran mereka yang masih belum menyadari bahaya penyebaran virus Corona," jelasnya.

Aksi sosial Gerakan Pemuda Ansor Curug membagikan masker kepada pengendara yang melintas di Jalan PLP Curug, Minggu (3/5/2020).

Ia mengatakan, upaya memutus mata rantai COVID-19 memang tak cukup hanya dengan imbauan lewat spanduk. Namun, perlu sentuhan langsung agar terjadi interaksi dua arah antara warga dengan para pemangku kepentingan.

"Dengan turun langsung seperti ini, kami bisa memberikan sentuhan langsung kepada warga yang masih belum sadar, sehingga kami harapkan mereka mulai paham dan berusaha melindungi diri serta keluarga dari bahaya COVID-19," pungkasnya.(RMI/HRU)

TANGSEL
Gantikan Toa Masjid yang Ditembak, Stafsus Menag Imbau Warga Tak Terprovokasi dan Serahkan Kasus ke Polisi

Gantikan Toa Masjid yang Ditembak, Stafsus Menag Imbau Warga Tak Terprovokasi dan Serahkan Kasus ke Polisi

Rabu, 4 November 2026 | 21:17

Staf Khusus Menteri Agama (Stafsus Menag) Gugun Gumilar turun tangan merespons insiden rusaknya pengeras suara Masjid Al-Falah di Komplek Alvita, Pondok Sawah Indah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akibat ditembak seorang warga.

KOTA TANGERANG
Awas! Curanmor Modus Wanita Ajak Kenalan di Instagram, Motor Mahasiswa di Tangerang Digasak

Awas! Curanmor Modus Wanita Ajak Kenalan di Instagram, Motor Mahasiswa di Tangerang Digasak

Jumat, 6 November 2026 | 16:14

TANGERANGNWS.com-Berkenalan dengan seorang wanita melalui media sosial Instagram justru berujung petaka bagi seorang mahasiswa di Kota Tangerang.

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill