Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?
Senin, 20 April 2026 | 19:56
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TANGERANGNEWS.com-Muhamad Yunus, anggota Polsek Rajeg Polresta Tangerang menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah pemuda di Jalan Raya Rajeg-Mauk, Minggu (19/7/2020).
Yunus yang sedang berpatroli sendirian itu, dikeroyok oleh sejumlah pemuda yang sedang mabuk sekitar pukul 03.00 WIB.
Peristiwa bermula saat korban melihat anak-anak yang sedang nongkrong di desa Tanjakan melihat anak-anak muda yang sedang nongkrong.
"Korban mencoba membubarkan anak-anak muda yang sedang di parkiran minimarket di desa Tanjakan tersebut," ungkap Kapolsek Rajeg Iptu Ferdo Elfianto, Senin (20/7/2020).
Tak terima diimbau untuk membubarkan diri oleh korban, kelompok pemuda yang diduga sedang mabuk itu kemudian menyerang korban secara bersamaan.
Tidak hanya memukul korban, gerombolan pemuda tersebut juga menarik senjata api yang dibawa korban. Beruntung korban sempat melepas magazine dari senjata.
"Salah satu pelaku memukul bagian rahang korban sehingga korban hilang keseimbangan selanjutnya pelaku berhasil membawa senjata V2 Sabhara tanpa magazen yang dibawa korban," kata Ferdo.
Kejadian tersebut mengakibatkan korban mengalami luka memar pada bagian mulut, leher dan luka di bagian lutut.
Saat ini polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan mendata saksi-saksi. Korban juga melakukan visum.
Yunus bahkan sempat kehilangan senjata apinya. Namun senjata api berhasil ditemukan berselang kemudian.
"Hasil Lidik Sat Reskrim, Sat Intelkam Polresta Tangerang dan Unit Reskrim Polsek Rajeg untuk Senjata V2 dengan No. AC. F 009455 sudah ditemukan di bilik-bilik rumah warga milik H. Isnan sekitar 20 meter dari TKP," pungkasnya.(RMI/HRU)
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TODAY TAGBisnis minuman teh kekinian Menantea yang didirikan oleh Jerome Polin pada 2021, lalu, resmi menghentikan seluruh operasional gerainya pada 25 April 2026, setelah berjalan selama kurang lebih lima tahun.
Siang kemarin, Kamis 16 April 2026, TangerangNews bersama para wartawan lainnya mencoba kulineran ke Hampton Square di kawasan Gading Serpong. Cuaca di luar terasa memang panas, begitu masuk ke salah satu tenant Gudeg Mercon Bu Prih
PT Pertamina Patra Niaga menyatakan masih melakukan evaluasi terkait kemungkinan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews