Warga setempat saat melakukan pungli terhadap truk pengangkut sampah milik Pemkab Tangerang di tempat pembuangan akhir Jatiwaringin, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Kamis 24 Juni 2021. (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)
TANGERANGNEWS.com-Aksi pungutan liar (pungli) yang dilakukan warga terhadap truk pengangkut sampah milik Pemkab Tangerang di tempat pembuangan akhir Jatiwaringin, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, viral di media sosial.
Video yang memperlihatkan seorang pemuda meminta uang kepada para sopir truk sampah ini terekam kamera warga.
Dalam video tersebut, sopir truk terlihat memberikan sejumlah uang kepada pemuda sebelum melintas ke tempat pembuangan akhir sampah Jatiwaringin.
Setelah beberapa hari viral di media sosial, jajaran Unit Reskrim Polsek Mauk akhirnya menyergap para pelaku yang tengah menghadang dan meminta uang kepada sopir truk sampah, Rabu 23 Juni 2021 petang.
Meski awalnya tidak mengaku saat akan diamankan, pelaku berinisial AD dan BU ini tak bisa mengelak setelah polisi mendapati uang hasil pungli yang disimpannya.
“Selain mengamankan barang bukti uang hasil pungutan liar sebesar Rp12 Ribu, kita juga menyita kartu identitas kedua pelaku,” kata I Nyoman Nariana, Kanit Reskrim Polsek Mauk, Kamis 24 Juni 2021.
Sementara menurut keterangan salah satu sopir truk sampah Muhammad Supriyadi, aksi pungli yang dilakukan sejumlah pemuda di jalur menuju tempat pembuangan akhir Jatiwaringin ini sudah meresahkan.
“Untuk sekali melintas, kita dipaksa untuk membayar enam ribu rupiah setiap harinya agar diberi jalan,” ujarnya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku digelandang ke Polsek Mauk untuk diperiksa. Kini polisi tengah mengejar pelaku pungutan liar lainnya. (RAZ/RAC)
Sinar Mas Land (SML) kembali memperkuat posisinya sebagai pengembang kota mandiri dengan meresmikan Stasiun Kereta Api Jatake di BSD City, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Selasa 28 Januari 2026, kemarin.
Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""