Pria di Kosambi Diciduk Polisi Jual 1.346 Butir Tramadol dan Eximer
Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:36
Polisi mengamankan seorang pria berinisial CF, 25, yang diduga menjual obat keras daftar G di kawasan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Seorang pria yang mengalami gangguan jiwa ditembak aparat Polsek Kronjo, Kabupaten Tangerang, setelah berusaha menyerang warga setempat. Pria berinisial M, 44, tersebut pun tewas.
Peristiwa itu terjadi Jalan raya Pulau Cangkir, Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, pada Minggu, 27 Juni 2021 malam.
M yang ketika itu berjalan di lokasi sambil membawa senjata tajam jenis golok tiba-tiba menyerang warga. Karena khawatir jatuh korban, warga pun melapor ke Polsek Kronjo.
"Anggota Polsek Kronjo mendapat laporan dari warga, ada pria dengan gangguan jiwa menyerang warga. Lalu petugas bergegas ke lokasi. Saat itu yang bersangkutan terlihat tengah membawa senjata, di sana petugas pun berusaha mengamankan pelaku," kata Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, Senin, 28 Juni 2021.
Ketika hendak diamankan, yang bersangkutan pun turut menyerang petugas. Alhasil petugas pun memberikan tembakan peringatan ke udara.
"Petugas berikan tembakan ke udara sebanyak dua kali, namun tidak digubris dan tetap menyerang," ujar Kapolres.
Terpaksa petugas melumpuhkan pelaku dengan timah panas hingga mengenai bagian pinggang sebelah kanan. Akhirnya pelaku tersungkur di tempat.
"Petugas langsung membawanya ke RSUD Balaraja, namun setelah sampai di rumah sakit, pelaku dinyatakan meninggal dunia," ungkap Kapolres.
Dari hasil penggeledahan, selain membawa senjata tajam, yang bersangkutan juga membawa potongan besi batangan. (RAZ/RAC)
Polisi mengamankan seorang pria berinisial CF, 25, yang diduga menjual obat keras daftar G di kawasan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews