Polres Tangsel Amankan 40 Pelajar Mau Demo DPR RI
Jumat, 29 Agustus 2025 | 17:09
Polres Tangerang Selatan (Tangsel) telah mengamakan puluhan pelajar yang hendak demo ke DPR RI, Jakarta, sejak Kamis 28 Agustus 2025.
TANGERANGNEWS.com-Jumlah pemakaman jenazah korban yang terpapar virus corona di TPU Buni Ayu Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Banten terus mengalami peningkatan.
Banyaknya jenazah per hari yang harus dimakamkan sekitar 20 jenazah bahkan lebih. Akibatnya, petugas penggali makam terpaksa bekerja kurang lebih 24 jam nonstop.
“Kemaren awal Juni itu angkanya diatas 20 jenazah dan di bulan Juli ini lebih parah sampai 36 jenazah. Itu paling banyak selama saya bertugas mengawasi data pandemi,” kata Ajat Sudrazat, salah satu pengawas TPU saat ditemui Tim TangerangNews.com di TPU Buni Ayu, Senin, 5 Juli 2021.
Untuk petugas pemakaman penggali lubang, disiagakan 3 tim di TPU khusus pasien COVID-19 tersebut. Dimana dalam satu tim terdapat empat orang petugas. Jumlah keseluruhannya kurang lebih ada sekitar 20 orang dari pengelola dan petugas penggali lubang.
Ajat mengungkapkan, yang bertugas penggali lubang itu bukan orang yang memiliki nyali biasa, tetapi nyali yang luar biasa.
Untuk bicara masalah penggali lubang tentunya teramat sangat lelah tetapi mereka mengerjakanya dengan ikhlas.
Lebih lanjut, ia pun mengajak kepada masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah dan jangan kemana-mana dulu di rumah saja.
“Kami lelah bukan berarti kami menyerah, pekerjaan kami berat dengan sedikitnya yang meninggal itu meringankan beban kami. Saya sangat berharap bahwa virus corona ini cepat berakhir,” tandasnya.
Polres Tangerang Selatan (Tangsel) telah mengamakan puluhan pelajar yang hendak demo ke DPR RI, Jakarta, sejak Kamis 28 Agustus 2025.
Indonesia Shopping Festival (ISF) 2025 yang digelar sepanjang 14–24 Agustus 2025 mencatat transaksi lebih dari Rp25 triliun.
Rahmat Putra Maulana, siswa SMK Islamiyah yang dipercaya sebagai Komandan Pasukan 17, menjalankan tugas mulia itu ketika tengah berduka atas ayahnya yang meninggal dunia, sehari sebelum ia dikukuhkan.
Hujan yang mengguyur wilayah Kota Tangerang dan sekitarnya menyebabkan banjir di sejumlah titik, sejak Minggu 6 Juni 2025, malam. Bahkan peristiwa ini menjadi pemberitaan di media Malaysia.