Ada Rumah Rasa Villa Mulai Rp400 Jutaan Hanya 25 Menit dari BSD
Kamis, 21 Mei 2026 | 23:28
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TANGERANGNEWS.com-Jumlah pemakaman jenazah korban yang terpapar virus corona di TPU Buni Ayu Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Banten terus mengalami peningkatan.
Banyaknya jenazah per hari yang harus dimakamkan sekitar 20 jenazah bahkan lebih. Akibatnya, petugas penggali makam terpaksa bekerja kurang lebih 24 jam nonstop.
“Kemaren awal Juni itu angkanya diatas 20 jenazah dan di bulan Juli ini lebih parah sampai 36 jenazah. Itu paling banyak selama saya bertugas mengawasi data pandemi,” kata Ajat Sudrazat, salah satu pengawas TPU saat ditemui Tim TangerangNews.com di TPU Buni Ayu, Senin, 5 Juli 2021.

Untuk petugas pemakaman penggali lubang, disiagakan 3 tim di TPU khusus pasien COVID-19 tersebut. Dimana dalam satu tim terdapat empat orang petugas. Jumlah keseluruhannya kurang lebih ada sekitar 20 orang dari pengelola dan petugas penggali lubang.

Ajat mengungkapkan, yang bertugas penggali lubang itu bukan orang yang memiliki nyali biasa, tetapi nyali yang luar biasa.
Untuk bicara masalah penggali lubang tentunya teramat sangat lelah tetapi mereka mengerjakanya dengan ikhlas.

Lebih lanjut, ia pun mengajak kepada masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah dan jangan kemana-mana dulu di rumah saja.
“Kami lelah bukan berarti kami menyerah, pekerjaan kami berat dengan sedikitnya yang meninggal itu meringankan beban kami. Saya sangat berharap bahwa virus corona ini cepat berakhir,” tandasnya.
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TODAY TAGBandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan efisiensi pada fase kepulangan jemaah haji Tahun 1447 H/2026 M, yang berlangsung mulai 1 hingga 30 Juni 2026.
Industri makanan dan minuman nasional, khususnya sektor minuman kemasan, terus menunjukkan resiliensinya sebagai salah satu tulang punggung manufaktur di Indonesia.
Sejumlah orang tua dan calon peserta didik di Kota Tangerang masih mengeluhkan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang belum diterima melalui WhatsApp.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews