Connect With Us

Rentan Terpapar, Belajar Tatap Muka di Kabupaten Tangerang Belum Pasti

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 31 Agustus 2021 | 15:29

Tangkapan layar salah satu siswi saat diperiksa kondisi tubuhnya didalam kelas. (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten Tangerang, belum mengizinkan pihak sekolah, untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka terbatas, karena masih membutuhkan waktu untuk lakukan kajian mendalam.

Usia pelajar yang sangat rentan terpapar Covid-19, menjadi salah satu faktor kajian selain angka penularan di wilayah Kabupaten Tangerang yang baru turun dalam dua pekan terakhir, sehingga mengantisipasi terciptanya klaster baru. 

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengaku tengah melakukan kajian mendalam dan masih membutuhkan waktu untuk mengetahui hasilnya, sehingga belum mengizinkan sekolah secara tatap muka. 

Pasalnya angka kasus penularan Covid-19 mulai turun dalam kurun waktu dua pekan terakhir, sehingga diperlukan kehati-hatian.

"Terlebih usia pelajar sangat rentan terpapar dan terjadinya klaster baru di sekolah," ujarnya, Senin 30 Agustus 2021.

Menurut Zaki, sekolah tatap muka adalah kegiatan reguler dan bukan kegiatan biasa, sehingga harus tepat untuk pemberlakuannya, meski dirinya belum mengetahui kapan waktunya.

Sementara salah seorang pelajar SMA di Kabupaten Tangerang, Muhammad Azril, menginginkan segera dilakukan belajar tatap muka karena telah mendapatkan vaksin. 

Sejauh ini, seluruh sekolah di Provinsi Banten belum mendapatkan lampu hijau untuk mengadakan proses belajar tatap muka di sekolah, meski sudah terjadi penurunan level penerapan ppkm dari level empat menjadi level tiga.

OPINI
Indonesia Surga Mafia Judol Internasional?

Indonesia Surga Mafia Judol Internasional?

Minggu, 17 Mei 2026 | 15:42

Pada 9 Mei 2026 Bareskrim Polri menahan 320 WNA pelaku sindikat judi online di gedung perkantoran Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Setiap tahun selalu ada penangkapan sindikat Judol.

BISNIS
Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 | 14:20

Penggunaan pembayaran digital di Provinsi Banten terus melonjak sepanjang awal 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai lebih dari Rp34 triliun.

AYO! TANGERANG CERDAS
Siswa Miskin 90 Persen Berpeluang Tembus Masuk Sekolah Favorit Pada SPMB 2026

Siswa Miskin 90 Persen Berpeluang Tembus Masuk Sekolah Favorit Pada SPMB 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 08:18

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengklaim siswa dari keluarga kurang mampu memiliki peluang lebih besar untuk masuk sekolah yang diinginkan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

KAB. TANGERANG
Terinspirasi Sosok Bupati Tangerang, Bayi di Sepatan Diberi Nama Moch. Maesyal Rasyid

Terinspirasi Sosok Bupati Tangerang, Bayi di Sepatan Diberi Nama Moch. Maesyal Rasyid

Jumat, 15 Mei 2026 | 14:00

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mendatangi rumah seorang bayi di Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, yang diberi nama sama persis dengan dirinya, Kamis, 14 Mei 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill