Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Selama periode mudik Lebaran 2022 pada H-10 hingga H+10, tercatat Tol Tangerang-Merak dilewati 3,36 juta kendaraan.
Adapun jumlah kendaraan yang melintas tersebut mengalami lonjakan sekitar 11,5 persen jika dibandingkan arus mudik 2019 atau sebelum pandemi Covid-19.
“Pada libur mudik 2 tahun lalu itu kendaraan yang melintas mencapai 3,02 juta kendaraan selama periode ini,” kata Kepala Departemen Manajemen CSR dan Humas PT Marga Mandalasakti Uswatun Hasanah, seperti dilansir dari Bisnis, Senin 16 Mei 2022.
Untuk puncak volume arus mudik tertinggi Lebaran tahun ini terjadi pada tanggal 27 April 2022 dengan jumlah kendaraan yang melintas 55.795 unit. Sehingga, terjadi kenaikan 79,88 persen dibandingkan lalu lintas harian rata-rata (LHR).
“Sementara puncak arus balik di Tol Tangerang-Merak terjadi pada hari Minggu 8 Mei 2022 dengan total lalu lintas 166.676 kendaraan, dibandingkan dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) yaitu sebesar 151.759 kendaraan," kata Uswatun.
Meski terjadi peningkatan arus kendaraan, Uswatun mengungkapkan arus kendaraan dapat dikelola dengan aman dan terkendali.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGSekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
Setelah hampir dua dekade bertumbuh di industri ritel Indonesia, PT Star Maju Sentosa secara resmi memperkenalkan Joysparks Group sebagai identitas korporat baru yang menaungi seluruh portofolio bisnis perusahaan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews