Jadi Pemasok ke NTT, Warga Aceh Ditangkap di Tangerang Simpan 42 Ribu Butir Narkoba dan Obat Keras
Senin, 18 Mei 2026 | 21:15
Direktorat Reserse Narkoba Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menggulung jaringan pengedar psikotropika lintas pulau.
TANGERANGNEWS.com-Tiga pelaku begal ponsel sadis yang beraksi di kawasan Kebon Cau, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, tega melukai korbannya.
Para pelaku beraksi dengan senjata tajam jenis celurit sempat menyabet korban hingga perutnya robek.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Zain Dwi Nugroho mengatakan, ketiga tersangka tersebut berinisial AJ, 19, D, 20, dan MH, 18, yang merupakan warga Teluknaga.
"Tersangka AJ berperan sebagai eksekutor begal, D dan MH berperan sebagai joki sepeda motor dan mengawasi situasi sekitar," ujarnya, Kamis 30 Juni 2022.
Dalam aksinya mereka sudah membegal tiga orang. Korban pertama yakni Bayjuri, warga Kabupaten Tangerang mengalami pencurian dengan kekerasan pada Selasa, 28 Juni 2022.

Sedangkan korban Muhammad Dzul Fahmi mengalami hal serupa pada 9 April 2022, dengan luka bacok. Sementara korban Ceceng Abuyajid juga dibegal pada 6 Agustus 2021. Lebih parah lagi, sabetan celurit pelaku mengenai perutnya hingga robek dan ususnya terburai.
"Berdasarkan tiga laporan yang sama, yakni menjadi korban kejahatan kawanan pelaku pencurian dengan kekerasan, anggota berhasil menangkap para pelaku," jelas Zain.
Menurutnya, modus yang dilakukan ketiga kawanan begal ini sama seperti laporan kejadian-kejadian sebelumnya, yakni merampas ponsel korban dengan ancaman.
"Usai mengambil HP secara paksa hingga melukai korbannya, para tersangka ini langsung lari meninggalkan lokasi," ungkapnya.
Atas perbuatannya, tiga tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHP dan Pasal 170 KUHP subs Pasal 351 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun penjara.
TODAY TAGDirektorat Reserse Narkoba Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menggulung jaringan pengedar psikotropika lintas pulau.
Tiga orang tukang parkir melakukan pengeroyokan terhadap petugas keamanan di Supermarket Superindo Gaplek, Kelurahan Pondok Cabe Udik, Kecamatan Pamulang. Aksi kekerasan itu dipicu masalah sepele, yakni tidak dipinjamkan sepeda motor.
Pelatih Carlos Pena mengakui Persita Tangerang sedang menghadapi masalah serius di lini depan setelah kekalahan telak 0-3 dari Persijap Jepara pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/26 di Banten International Stadium.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews