Connect With Us

Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Pemkab Tangerang Gandeng RS Beri Pelayanan Gawat Darurat

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 15 Juli 2022 | 14:37

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar melakukan MOU dengan rumah sakit swasta, dan instansi lain di Kabupaten Tangerang dalam rangka pelayanan kegawatdaruratan ibu dan bayi, Jumat 15 Juli 2022. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Sejumlah rumah sakit di Kabupaten Tangerang ditetapkan menjadi rujukan dalam pelayanan kegawatdaruratan dalam upaya penyelamatan ibu dan bayi.

Hal itu ditetapkan dalam kesepakatan bersama dan perjanjian kerjasama yang ditandatangani Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dengan rumah sakit swasta, dan instansi lain di Kabupaten Tangerang, Jumat 15 Juli 2022.

Zaki mengatakan Pemerintah Kabupaten Tangerang secara spesifik telah mengeluarkan regulasi kebijakan melalui Peraturan Bupati Tangerang No 128/2015 tentang Pedoman Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal di Kabupaten Tangerang.

"Kebijakan tersebut dalam rangka upaya meningkatkan rujukan kegawatdaruratan secara efektif, efisien, berkeadilan dan memenuhi tata kelola klinis yang baik, sesuai standar yang telah ditetapkan," katanya.

Menutut Zaki, pihaknya telah berhasil menekan jumlah kematian ibu dan bayi secara signifikan sampai dengan tahun 2019. Namun sejak adanya pandemi COVID-19, terjadi penambahan di tahun 2020.

Angka tersebut semakin meningkat tajam di tahun 2021 dengan jumlah 78 kasus kematian ibu dan 251 kasus kematian bayi, di mana mayoritas penyebab kematian ibu karena COVID-19.

"Sedangkan sampai dengan Juni 2022, jumlah kematian ibu ada 18 kasus dan kematian bayi 77 kasus," papar Zaki.

Karena itu, Zaki berharap melalui kerjasama ini akan lahir konsep-konsep manajemen dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang mampu mengangkat citra positif, terutama derajat kesehatan masyarakat yang sudah menjadi tugas dan kewajiban semua pihak.

"Saya ucapkan terima kasih kepada atas peran aktif semua pihak para pimpinan RS Swasta, BPJS, Organisasi Profesi (IDI, IDAI, POGI, IBI dan Asklin), PMI, FOPKIA Kabupaten Tangerang, serta Momentum Private Healthcare Delivery (MPHD) dalam upaya penyelamatan ibu dan bayi di Kabupaten Tangerang," ucapnya.

Zaki juga meminta kepada seluruh stakeholder untuk lebih memperkuat kembali komitmen bersama Pemkab Tangerang, sehingga angka kematian ibu dan bayi serta stunting dapat ditekan sekecil mungkin bahkan sampai nol persen.

"Mari kita bekerja dengan hati, bersama-sama menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan stunting di Kabupaten Tangerang," pintanya.

Sementara itu, dr. Mukhlis, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mengatakan melalui program kerjasama ini, diharapkan dapat menjadi solusi serta juga dapat menjadi strategi yang tepat bagi pemangku kebijakan, untuk melakukan optimalisasi layanan prima bagi masyarakat.

"Terutama dalam sektor kesehatan yang menjadi salah satu faktor utama dalam mewujudkan kualitas kehidupan yang lebih baik," ujarnya.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill