TANGERANGNEWS.com-Pasca diluncurkan oleh Jasa Raharja, aplikasi JR-Care tengah gencar disosialisasikan ke seluruh rumah sakit termasuk di wilayah Tangerang.
Kepala PT Jasa Raharja Perwakilan Tangerang Khawarid Pasaribu mengatakan, untuk wilayah Tangerang ada sebanyak 64 rumah sakit yang diberi pemahaman soal aplikasi JR-Care ini.
Ia menjelaskan, JR-Care merupakan sebuah inovasi dan transformasi dari Jasa Raharja dengan tujuan untuk mempercepat dan mempermudah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya bagi korban kecelakaan lalu lintas (lantas) jalan.
"Aplikasi ini merupakan Kerjasama antar BUMN yaitu Jasa Raharja, PT. Indofarma dan PT. Administrasi Medika sebagai wujud nyata hadirnya untuk Indonesia," katanya saat sosialisasi secara virtual, seperti dilansir dari Antara, Rabu 15 Juni 2022.
Dengan menerapkan JR-Care, menurut Khawarid, nantinya memiliki banyak manfaat, baik korban laka lantas, rumah sakit, maupun Jasa Raharja dalam memberikan penanganan luka-luka bagi korban kecelakaan lalu lintas jalan.
Para manajemen rumah sakit menyambut baik program JR-Care. Mereka berharap semoga kedepannya pelayanan terhadap korban kecelakaan lalu lintas akan semakin baik.
"Dengan adanya JR-Care, Jasa Raharja akan dapat memberikan kinerja pelayanan yang prima kedepannya untuk korban kecelakaan lalu lintas jalan, dan mampu meningkatkan kolaborasi serta sinergitas dengan rumah sakit dalam membayarkan santunan luka luka kepada korban," tutup Khawarid.
Untuk diketahui, kegiatan ini dihadiri oleh para direktur dan petugas rumah sakit dan juga karyawan Jasa Raharja Perwakilan Tangerang.
Ketegangan di Timur Tengah kembali memasuki fase paling berbahaya ketika serangan udara terkoordinasi yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel diarahkan ke target strategis di Iran.
Jejaring retail PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart akan menghadirkan inovasi gerai yang tak hanya sebagai tempat belanja kebutuhan harian, namun juga sarana hiburan bioskop mini bernama “Layar Digi”.
Momentum Ramadan menjadi salah satu pendorong utama aktivitas ekonomi nasional. Berdasarkan tren data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi rumah tangga cenderung meningkat selama periode Ramadan
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""