Connect With Us

Universitas Pramita Indonesia Tangerang Raih 2 Sertifikasi Standar Internasional

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 30 Agustus 2022 | 17:21

Penyerahan sertifikat ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu dan ISO 21001:2018 tentang Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan kepada Universitas Pramita Indonesia, Sabtu, 27 Agustus 2022. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Universitas Pramita Indonesia berhasil meraih dua sertifikasi standar internasional, yakni ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu dan ISO 21001:2018 tentang Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan.

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Universitas Pramita Indonesia Ednawan Prihana mengatakan, pihaknya berupaya keras untuk meraih sertifikat ISO ini sebagai upaya meningkatkan daya saing secara kongkrit.

“Setelah melewati prosesnya, Universitas Pramita Indonesia berhasil meraih sertifikasi ISO,” tuturnya saat prosesi wisuda program Sarjana dan Pascasarjana tahun akademik 2021/2022 di Balai Sidang Graha Widya Bhakti, kawasan Laboratorium Puspitek-BRIN Setu, Kota Tangerang Selatan, Sabtu, 27 Agustus 2022, lalu.

Selain itu, motivasi mengejar sertifikasi ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan Universitas Pramita Indonesia menjadi universitas yang unggul.

“Sehingga mau tidak mau International Standar Organization menjadi bagian target kami,” ujar Ednawan.

Sementara dalam prosesi wisuda periode ini, ada sebanyak 186 lulusan yang terdiri dari 68 wisudawan dari Program Sarjana (S1) Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 19 wisudawan Sarjana (S1) Fakultas Sains dan Teknologi, 63 wisudawan Program Sarjana (S1) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan 36 wisudawan dari Program Pascasarjana (S2) Magister Ilmu Pemerintahan.

Dengan wisuda yang ke XXVI untuk S1 dan ke XIV untuk S2, lulusan UNPRI saat ini totalnya berjumlah 6.142 orang. Hal ini merupakan bentuk kontribusi konkrit Universitas Pramita Indonesia dalam menjawab kebutuhan generasi muda yang memerlukan kelangsungan pendidikan ke perguruan tinggi.

"Sekaligus menyiapkan sumber daya manusia terdidik di Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten," ungkap Rektor Universitas Pramita Indonesia H.M. Arifin Daulay.

Ia mengucapkan selamat kepada para wisudawan atas perolehan gelar akademis jenjang sarjana dan pascasarjana Universitas Pramita Indonesia.

"Tentu, gelar bukanlah puncak capaian tapi jadi awalan bagi langkah pengembangan pengetahuan untuk menghadapai tantangan ke depan,” terangnya.

Arifin mengatakan bahwa ekonomi dunia belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi. Ada sejumlah tantangan yang wajib diwaspadai dan diantisipasi oleh negara-negara di dunia khususnya di Indonesia, agar tidak terjun dalam jurang resesi ekonomi.

Pandemi Covid-19 yang disusul krisis ekonomi politik global juga memberi dampak ketidakstabilan negara dunia termasuk Indonesia.

“Situasi ini menjadi tantangan masa depan bagi lulusan Universitas Pramita Indoensia, sejauh mana lulusan mampu turut andil menjadi subjek pembangunan masa depan,” tukasnya.

Sesuai dengan tema wisuda "Menyiapkan Generasi Tangguh dalam Menghadapi Resesi Global Pasca Pandemi”, Rektor IPB University Arif Satria dalam orasi ilmiahnya mengatakan terdapat empat mega disrupsi dan tantangannya yaitu perubahan iklim, revolusi industri 4.0, pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina.

"Untuk dapat meraih kesuksesan serta daya saing menghadapi empat mega disrupsi itu dibutuhkan new mindset dan new attitude serta behaviour," katanya.

SPORT
John Herdman Merasa Pikul Tanggung Jawab Besar Usai dengan Lagu Indonesia Raya

John Herdman Merasa Pikul Tanggung Jawab Besar Usai dengan Lagu Indonesia Raya

Selasa, 20 Januari 2026 | 08:25

Pelatih baru Tim Nasional (Timnas) Indonesia mengungkapkan kesannya usai mendengar pemutaran lagu kebangsaan Indonesia Raya, Selasa, 13 Januari 2026, lalu.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

NASIONAL
Biaya Tes Psikologi Perpanjangan SIM Online Naik Jadi Rp 77.500, Ini Rinciannya

Biaya Tes Psikologi Perpanjangan SIM Online Naik Jadi Rp 77.500, Ini Rinciannya

Rabu, 21 Januari 2026 | 09:52

Biaya tes psikologi untuk perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) secara online mengalami kenaikan. Jika sebelumnya tarif tes psikologi online berada di angka Rp 57.500, kini biayanya bertambah Rp 20 ribu menjadi Rp 77.500.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill