Nikmati Kopi Sambil Merasakan Kehangatan Pelayanan Penyandang Disabilitas di Bisa Cafe Karawaci
Minggu, 26 Juli 2026 | 21:38
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TANGERANGNEWS.com-Universitas Pramita Indonesia melakukan kerja sama Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Hal ini sebagai upaya dalam meningkatkan sistem pendidikan di tingkat perguruan tinggi serta mendukung program Merdeka Belajar, Kampus Merdeka.
Kerja sama ini dilakukan dengan enam institusi sekaligus diantaranya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Banten, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang, Badan Narkotika Nasional (BNN), Universitas Buddhi Dharma (UBD), Lembaga Pemeriksaan Halal Quality Syariah, dan Bens Radio. Dikukuhkan melalui penandatanganan MoU pada Kamis, 2 Desember 2021.
“Kami berharap kerja sama dengan berbagai institusi ini dapat bersifat konstruktif, saling meningkatkan kemampuan, serta berkolaborasi dengan baik untuk membangun Universitas Pramita Indonesia menjadi semakin bermutu,” ungkap Rektor Universitas Pramita Indonesia H M Arifin Daulay.
Menurutnya, banyak hal-hal yang dapat dipelajari bersama seluruh institusi tersebut sehingga hasilnya bisa dinikmati oleh para mahasiswa.
Dr Temmy Setiawan, Wakil Rektor Hubungan dan Kerja Sama Universitas Pramita Indonesia menyatakan kolaborasi dalam era Merdeka Belajar Kampus Merdeka ini bisa membuat berbagai program sinergitas seperti melakukan konferensi bersama, kegiatan CSR, pendampingan broadcasting, ataupun seminar dengan sumber daya masing-masing untuk saling melengkapi.
"Kolaborasi dan kerja sama akan terus dilakukan sebagai bentuk dedikasi kami terhadap Tridharma Perguruan Tinggi, pekan depan kami akan melakukan penandatanganan MoU dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)" ujar Temmy.
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TODAY TAGBagi masyarakat Kota Tangerang yang merasa terganggu oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan hingga mencaplok fasilitas umum seperti trotoar, badan jalan, taman, maupun ruang publik lainnya, dapat melaporkannya langsung ke Satpol PP.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews