Connect With Us

Jadi Kader Terbaik PDIP, Thomas Sugiarto Soroti Identitas Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 31 Agustus 2022 | 20:18

Thomas Sugiarto, salah satu kader terbaik dalam Pendidikan Kader Pratama (PKP) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang tahun 2022. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Thomas Sugiarto, salah satu kader terbaik dalam Pendidikan Kader Pratama (PKP) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang tahun 2022 menyoroti terkait identitas Tangerang sebagai sebuah daerah.

Menurutnya, awal dari kemajuan bangsa atau suatu daerah adalah identitas. Tanpa itu, bangsa atau daerah tidak akan dikenal oleh masyarakat dunia, susah berkembang dan sulit untuk maju.

“Rakyat Indonesia menjadi bangsa besar karena identitasnya, yakni bangsa yang memiliki ribuan pulau, ramah tamah, keragaman suku, agama, budaya dan bahasa. Identitas lain yang tak kalah pentingnya adalah toleransi,” paparnya ketika berdiskusi di kediaman Tomy Suherman, tokoh muda penggerak NU Kabupaten Tangerang, Selasa 30 Agustus 2022.

Warga Tangerang kadang keberatan mengaku tinggal di Tangerang. Mereka lebih memilih mengaku sebagai penduduk Jakarta, meskipun KTP-nya berdomisili di Tangerang. Ia menilai alasan pengakuan ini terjadi karena dua hal.

“Pertama, soal gengsi lebih tinggi mengaku warga Jakarta. Kedua, ini soal identitas, dia merasa Tangerang belum memiliki identitas,” ujarnya.

Thomas sebagai putra asli daerah tidak sependapat jika Tangerang belum punya identitas. Padahal Tangerang sudah memilikinya sejak ratusan tahun lalu, khususnya terkait budaya.

Adapun Identitas Tangerang yang sejak dulu dikenal yakni Tari Cokek, Gambang Kromong, Peh Cun dan musik The Yan. Bahkan Tari Cokek saat ini sudah mendunia.

“Sayangnya, baik pemerintah setempat maupun warga Tangerang, kurang serius melestarikan budaya yang menjadi identitas kotanya. Sebagai kader partai, saya berkeinginan Tangerang memunculkan identitas seperti Cokek atau Peh Cun. Dua budaya ini cukup popular di kawasan Asia,” papar Thomas.

Untuk diketahui, PKP DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Tahun 2022 yang digelar di Sekolah Partai di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, selama 19-21 Agustus 2022, diikuti 100 kader.

Namun hanya tiga kader dinyatakan berprestasi tinggi, yakni Thomas Sugiarto, Tiorland Simanjuntak (perwakilan wanita) dan Ahmad Riyadul.

Khususnya Thomas Sugiarto, kader ini mendapat nilai 84/90 dari seluruh soal pretest selama PKP. Karena itu, dia mendapat Plakat Kader Terbaik dari Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan Medali Kader Terbaik dari Ribka Tjiptaning, Ketua DPP PDI Perjuangan yang juga Anggota DPR RI.

“Sebagai kader partai, saya menilai PKP merupakan kaderisasi untuk kesadaran berpolitik dan berorganisasi. Sebagai kader harus punya kesadaran itu, sehingga kemampuannya tak diragukan lagi ketika berada di tengah masyarakat,” pungkasnya.

OPINI
Kepemimpinan Otentik Kepala Daerah

Kepemimpinan Otentik Kepala Daerah

Senin, 28 April 2025 | 17:39

Pilkada Serentak 2024 melahirkan Banyak Kepala daerah Terpilih sebagai Pemimpin Politik di daerah. Dampaknya adalah budaya retreat atau Pembekalan Yang dilaksanakan oleh Presiden RI melalui kementerian Dalam Negri kepada kepala daerah terpilih

KAB. TANGERANG
Viral! Sejumlah Pengamen Merusak Bus Primajasa di Tangerang

Viral! Sejumlah Pengamen Merusak Bus Primajasa di Tangerang

Jumat, 9 Mei 2025 | 22:38

Sejumlah pria diduga pengamen jalanan melakukan AKSI pengerusakan terhadap bus antar kota antar provinsi (AKAP) Primajasa di wilayah jalan arteri Kabupaten Tangerang.

TANGSEL
Siap Beri Pendampingan, Wakil Wali Kota Tangsel Minta Korban Pelecehan Seksual Berani Speak Up

Siap Beri Pendampingan, Wakil Wali Kota Tangsel Minta Korban Pelecehan Seksual Berani Speak Up

Jumat, 9 Mei 2025 | 21:58

Pelecehan seksual yang terjadi di SMK Waskito, Ciputat, menambah daftar kasus pelecehan terhadap anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

MANCANEGARA
Konflik India-Pakistan Berpotensi Ganggu Ekspor Batu Bara Indonesia

Konflik India-Pakistan Berpotensi Ganggu Ekspor Batu Bara Indonesia

Jumat, 9 Mei 2025 | 12:19

Indonesia berpotensi terdampak secara ekonomi jika konflik antara India dan Pakistan terus berlanjut. Salah satu sektor yang diperkirakan akan terkena imbasnya adalah ekspor batu bara, yang selama ini menjadi komoditas andalan

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill