Connect With Us

Segera Diperbaiki, Pemkab Minta Emak-emak Blokir Jalan Rusak Sindang Jaya Tangerang Sabar

Dimas Wisnu Saputra | Kamis, 13 Oktober 2022 | 15:23

Emak-emak warga Desa Sindang Jaya menggelar aksi protes lantaran jalan rusak di Jalan Raya Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, tak kunjung diperbaiki, Jumat, 7 Oktober 2022. (Dimas Wisnu Saputra / @TangerangNews.com)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) segera melakukan pembangunan Jalan Raya Sindang Jaya tepatnya di samping kantor Kecamatan Sindang Jaya pada akhir tahun 2022, yang sempat diprotes massa, karena dalam kondisi rusak.

Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah menyampaikan pembangunan Jalan Raya Sindang Jaya sedang dalam proses lelang pada layanan pengadaan sistem elektronik (LPSE) Kabupaten Tangerang.

"Sedang dalam proses lelang," ujarnya, Kamis, 13 Oktober 2022. 

Camat Sindang Jaya Abudin mengatakan, pihaknya telah berkali-kali mengusulkan perbaikan Jalan Raya Sindang Jaya kepada DBMSDA Kabupaten Tangerang.  

Rencananya, perbaikan jalan itu akan direalisasikan pada akhir tahun 2022 ini. 

Baca juga: Geram, Emak-emak Blokir dan Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak Tangerang

Pihaknya meminta agar masyarakat bisa sedikit bersabar, karena perbaikan jalan itu pasti dilakukan. 

"Akhir Oktober 2022 ini pembangunannya akan dimulai, saya meminta warga Sindang Jaya untuk bersabar, karena semua butuh proses," kata Abudin.

Sekretaris Kecamatan Sindang Jaya Aan Ansori menambahkan, proses pembangunan di Kabupaten Tangerang tentunya melalui tahapan.

Saat ini Pemkab Tangerang telah menganggarkan untuk judul kegiatan rehabilitasi Jalan Sindang Jaya - Gandu senilai Rp1,5 miliar. 

Baca juga: Jalan Rusak di Gandasari Tangerang Sudah 3 Tahun Tidak Diperbaiki

Lanjutnya, anggaran tersebut akan diprioritaskan bagi titik jalan yang mengalami kerusakan parah. Adapun pembangunan drainase untuk menyalurkan air agar tidak tersumbat, sehingga jalan tidak terendam air. 

"Jalan Sindang Jaya - Gandu merupakan jalan Kabupaten Tangerang, dan kewenangan ada pada Dinas Bina Marga dan SDA, tentunya Kecamatan sudah mengusulkan, dan alhamdulillah akan terealisasi," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan puluhan warga yang didominasi emak-emak melakukan aksi protes terkait jalan rusak di Jalan Raya Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, tak kunjung diperbaiki, Jumat, 7 Oktober 2022. 

Dalam aksinya, puluhan emak ini memblokir Jalan Raya Sindang Jaya. Mereka juga menanam pohon pisang di tengah jalan dan menutup jalan dengan batang bambu

BANDARA
Dampak Cuaca Ekstrem di Bandara Soetta, 109 Penerbangan Delay, Akses Tol dan Perimeter Utara Kebanjiran

Dampak Cuaca Ekstrem di Bandara Soetta, 109 Penerbangan Delay, Akses Tol dan Perimeter Utara Kebanjiran

Senin, 12 Januari 2026 | 20:59

Cuaca buruk berupa hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Tangerang sejak pagi hari ini memicu gangguan besar pada operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Senin 12 Januari 2026.

TANGSEL
Bukan Buang Sampah, Benyamin Tegaskan Kerja Sama dengan Pihak Ketiga Fokus Pengolahan

Bukan Buang Sampah, Benyamin Tegaskan Kerja Sama dengan Pihak Ketiga Fokus Pengolahan

Senin, 12 Januari 2026 | 21:37

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menegaskan bahwa rencana kerja sama soal sampah dengan pihak ketiga bukan pembuangan, melainkan skema pengolahan sampah modern yang berfokus pada pengurangan residu.

NASIONAL
Berkendara Lawan Arah Bisa Dipenjara 5 Tahun

Berkendara Lawan Arah Bisa Dipenjara 5 Tahun

Minggu, 11 Januari 2026 | 11:35

Masih berani melawan arah demi menghemat waktu beberapa menit? Sebaiknya pikirkan berkali-kali. Selain mempertaruhkan nyawa, tindakan ceroboh ini bisa menyeret Anda ke balik jeruji besi hingga 5 tahun penjara.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill