Connect With Us

Sambut Puluhan Kepala Daerah dari Berbagai Negara, Pembangunan Ketapang Mauk Tangerang Capai 90 Persen

Fahrul Dwi Putra | Senin, 24 Oktober 2022 | 14:06

Ketapang Urban Aquaculture (KUA), Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. (Istimewa / @TangerangNews.com)

TANGERANGNEWS.com-Pembangunan kawasan Ketapang Urban Aquaculture, Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupate Tangerang dalam rangka menyambut Partnership in Environmental Management for The Seas of East Asia (Pemsea) Network of Local Government (PNLG) pada 25-29 Oktober 2022 telah mencapai angka 90 persen.

Pemerintah Kabupaten Tangerang masih mengebut pembangunan kawasan tersebut. Kini, tinggal beberapa bagian lagi yang perlu diselesaikan seperti gedung observasi, gedung serbaguna, dan beberapa bagian kecil lainnya.

Diketahui Kabupaten Tangerang terpilih menjadi tuan rumah Pemsea 2022 yang akan diikuti oleh 11 negara, dengan konsep pembangunan lingkungan melalui budidaya mangrove. Nantinya, mereka akan mengunjungi budidaya mangrove di Desa Ketapang sebagai bahan percontohan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Moch. Maesyal mengatakan, dirinya berharap dengan adanya pembangunan kawasan Ketapang Urban Aquaculture dapat memfasilitasi agenda tersebut dan terealisasi secara maksimal.

“Kami berharap mudah-mudahan dengan adanya program ini, nantinya dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat,” tuturnya dikutip dari republika.co.id, Senin, 24 Oktober 2022.

Selain itu, penataan kawasan tersebut pun di antaranya dengan membangun Jembatan Ketapang, akses jalan, dan tempat pengelolaan sampah terpadu dengan sistem reused, reduce, dan recycle (TPST 3R), serta revitalisasi Sungai Ketapang.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Endang Sukendar mengatakan, pembenahan dan pembangun tersebut berkaitan dengan profesi mayoritas warga Desa Ketapang sebagai nelayan sehingga tentunya akan memberikan manfaat lebih dari segi ekonomi.

“Tentunya dengan adanya pembangunan ini dapat memberikan manfaat untuk membangkitkan ekonomi masyarakat sekitar wisata mangrove,” ujarnya.

Diharapkan, pembenahan tersebut tidak hanya demi keberlangsungan event internasional Pemsea, tetapi terus dilakukan secara jangka panjang demi meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

OPINI
Miras dan Prostitusi Sumber Malapetaka, Bukan Sumber Pendapatan Asli Daerah

Miras dan Prostitusi Sumber Malapetaka, Bukan Sumber Pendapatan Asli Daerah

Senin, 19 Januari 2026 | 15:43

Demi meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah), Pemerintah Kota melalui DPRD nya melakukan rencana untuk melegalisasi miras dan prostitusi dengan rencana akan merevisi undang-undang tentang larangan miras dan prostitusi.

BANDARA
Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Jumat, 16 Januari 2026 | 22:13

Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.

BANTEN
KEK ETKI Banten Cetak Investasi Rp1,08 Triliun dan Serap 432 Tenaga Kerja

KEK ETKI Banten Cetak Investasi Rp1,08 Triliun dan Serap 432 Tenaga Kerja

Senin, 19 Januari 2026 | 21:04

Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten atau yang dikenal sebagai D-HUB SEZ mencatatkan performa impresif dalam peta ekonomi nasional.

KOTA TANGERANG
Viral Zonasi Miras dan Prostitusi di Kota Tangerang, Berikut Fakta Rancangan Perubahan Perdanya

Viral Zonasi Miras dan Prostitusi di Kota Tangerang, Berikut Fakta Rancangan Perubahan Perdanya

Senin, 19 Januari 2026 | 23:17

Informasi terkait adanya zonasi peredaran minuman beralkohol (Miras) dan prostitusi di Kota Tangerang viral diperbincangkan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill